Begini Syarat Agar Jakarta Longgarkan PPKM di Seluruh Sektor Kegiatan

    Cindy - 01 Agustus 2021 09:36 WIB
    Begini Syarat Agar Jakarta Longgarkan PPKM di Seluruh Sektor Kegiatan
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana melonggarkan seluruh sektor di Ibu Kota. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. 

    Masyarakat DKI Jakarta yang ingin beraktivitas normal kembali harus divaksinasi covid-19. Vaksin menjadi syarat pelonggaran seluruh sektor di Jakarta. 

     



    "Jangkauan yang sudah divaksinasi 7,5 juta (di DKI Jakarta) maka kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta," kata Anies melalui konferensi televideo, Sabtu, 31 Juli 2021.

    Anies mengatakan pelonggaran tetap dilakukan secara bertahap. Dia mencontohkan pelonggaran di rumah makan dan salon yang tidak berada di pusat perbelanjaan atau mal.

    Baca: Anies: Hanya 0,013% dari 4,2 Juta Penerima Vaksin Meninggal Akibat Covid-19

    Karyawan dan pengunjung wajib membawa sertifikat vaksinasi covid-19. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemrov DKI Jakarta Nomor 495 Tahun 2021.

    "Kantor-kantor nonesensial mau buka, boleh, tapi mereka yang bekerja sudah vaksin dulu. Jadi nanti tahapan pembukaan diiringi dengan keharusan untuk melakukan vaksinasi pada semua pelakunya," ujar Anies.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berbicara mengenai bukti vaksinasi ketika warga berkunjung ke salah satu tempat yang diberi pelonggaran. Masyarakat bisa menunjukkan bukti sudah divaksin melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki), sertifikat vaksinasi digital dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan SMS dari layanan 'peduli lindungi'.

    Syarat bagi penyintas dan kelompok komorbid

    Anies juga memberi sejumlah syarat bagi masyarakat yang belum bisa vaksin karena baru sembuh dari covid-19. Mereka harus membawa surat keterangan sebagai penyintas. 

    Sedangkan, kelompok yang tidak bisa divaksinasi dapat menunjukkan surat keterangan dari fasilitas pelayanan kesehatan. Kelompok yang tak bisa divaksinasi seperti kelompok komorbid, anak usia balita, serta kelompok lansia di atas 60 tahun. 

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id