Kemenkes: Keterbatasan Stok Pengaruhi Distribusi Vaksin

    Antara - 26 Juli 2021 09:51 WIB
    Kemenkes: Keterbatasan Stok Pengaruhi Distribusi Vaksin
    Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. Foto: Dok Kemenkes



    Jakarta: Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterbatasan stok dan teknis produksi di dalam negeri menjadi kendala distribusi vaksin. Alhasil, vaksin disebar tidak merata ke sejumlah daerah.

    "Permasalahan sebenarnya adalah karena memang vaksinnya belum datang semua. Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis," kata Nadia melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

     



    Menurut dia, dari total 130 juta dosis vaksin yang tersedia, 68 juta dosis sudah didistribusikan ke seluruh daerah. Sebanyak 50 persen dosis vaksin didistribusikan ke tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Pasalnya, kasus di wilayah ini cukup tinggi. 

    "Otomatis pembagiannya akan berbeda-beda. Memang jumlah vaksin yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan kita karena vaksin datangnya bertahap," kata dia.

    Baca: Kremasi di Tegal Alur Gratis, Ariza Ingatkan Warga Tak Hubungi Calo

    Jumlah vaksin yang didistribusikan menuju fasilitas pelayanan kesehatan juga disesuaikan dengan perhitungan, seperti laporan stok vaksin hingga kecepatan laju penyuntikan. Berdasarkan data Kemenkes, 61 juta penduduk sudah menerima vaksin. 

    "Dari 68 juta dosis vaksin yang terdistribusi itu pasti ada sisa, mungkin sekitar 5 persen," kata Nadia.

    Nadia mengatakan PT Bio Farma masih menyimpan sekitar 65 juta juta dosis vaksin. Sebanyak 30 juta di antaranya berbentuk bahan baku yang sedang dalam proses produksi hingga empat pekan ke depan.

    "Sebanyak 30 juta dosis lagi dalam proses pengujian mutu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata dia.

    Ia mengatakan Indonesia dijadwalkan menerima Vaksin Sinovac dan AstraZeneca setiap bulan. Pada Agustus 2021, Indonesia diagendakan menerima tambahan 15 juta dosis Vaksin Sinovac.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id