Luhut Sebut Rencana Vaksinasi Covid-19 Bisa Molor

    Antara - 24 Oktober 2020 06:42 WIB
    Luhut Sebut Rencana Vaksinasi Covid-19 Bisa Molor
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan rencana vaksinasi covid-19 yang akan dimulai sekitar minggu kedua November bisa molor. Kemungkinan mundurnya jadwal vaksinasi bukan karena tidak adanya pasokan vaksin, tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) butuh waktu untuk mengeluarkan emergency use authorization.

    "Tadi Presiden telepon saya, tadinya rencana minggu kedua November, karena barangnya (vaksinnya) sudah dapat. Tapi bisa saja tidak kecapaian (kesampaian) minggu kedua November, bukan karena barangnya. Barangnya sudah siap, tetapi adalah emergency use authorization itu belum bisa dikeluarkan BPOM karena ada aturan-aturan atau step-step yang harus dipatuhi," jelas Luhut dalam pengarahan mengenai Omnibus Law di Lemhanas RI, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo tidak mau mengambil risiko terhadap keamanan vaksin. Sehingga, Presiden memilih untuk mengikuti aturan yang ada.

    "Beliau mengatakan keamanan nomor satu. Saya kira pemerintah sangat menghormati aturan tadi," ujarnya.

    Baca: Komite Penanganan Covid-19 Susun Prioritas Vaksinasi

    Luhut menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke Yunan, China. Di menyampaikan warga Negeri Tirai Bambu kini tidak lagi mengenakan masker. Dia pun berkelakar kepada delegasi Indonesia yang datang kala itu bagai alien karena masih mengenakan masker.

    Dalam perbincangannya dengan Menteri Luar Negeri China, Luhut mengetahui mereka telah mendapat suntik vaksin. Menlu China, kata dia, sempat menawarkan suntikan vaksin. Namun, Luhut tak bisa menerima lantaran pemerintah Indonesia belum mengeluarkan emergency use authorization.

    "Jadi kita yang jadi alien ke sana pakai masker karena kita harus pakai masker. Mereka sudah tidak. Saya tanya Menteri Luar Negerinya, 'Anda sudah suntik vaksin?'. Dia jawab sudah, sudah dapat Sinovac langsung suntik dia. Dia bilang, 'Kamu suntik jugalah' tapi kan tidak bisa karena kita belum ada emergency use aurhorization. Itu harus kita tunggu. Itu aturan jadi kita harus patuh pada aturan," jelas Luhut.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id