Kandidat Vaksin Pesanan Indonesia Masih Menunggu Lolos Uji Klinik Fase 3

    Fachri Audhia Hafiez - 25 Oktober 2020 14:44 WIB
    Kandidat Vaksin Pesanan Indonesia Masih Menunggu Lolos Uji Klinik Fase 3
    Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id.
    Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan uji klinik fase 3 dari kandidat vaksin virus covid-19 belum tuntas. Khususnya vaksin yang dipesan pemerintah Indonesia.

    "Belum ada satu pun (vaksin) yang sudah dilaporkan secara resmi fase tiganya sudah selesai dan analisisnya," kata Amin dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?', Minggu, 25 Oktober 2020.

    Amin mengatakan semua vaksin yang diuji bakal didaftarkan melalui clinicaltrials.gov. Pengujian juga dilanjutkan dengan pelaporan.

    Pengujian pada fase 3 tidak bisa sembarangan. Amin mengatakan pada tahap ini pengujian didesain antar negara.

    Sebab, perlu diteliti secara etnis, genetik, lingkungan serta gaya hidup untuk merespons imun seseorang terhadap vaksin. Hal itu guna memastikan efektivitas vaksin ketika disuntikkan ke manusia di setiap negara.

    "Kita ingin melihat reaksi vaksin itu artinya manfaat dan keamanannya terhadap berbagai subjek yang memiliki latar belakang berbeda," ujar Amin.

    Baca: Pengadaan Vaksin Covid-19 Dicurigai Ternodai Kepentingan Bisnis

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga harus memastikan vaksin layak untuk digunakan di Indonesia. Meski sudah memperoleh lampu hijau dari World Health Organization (WHO).

    "Kalau mau dipakai di negaranya sendiri itu enggak perlu ya jadi BPOM-nya masing-masing negara yang yang memberikan izin," ujar Amin.

    Sebanyak 9,1 juta vaksin virus korona akan dikirimkan ke Indonesia secara bertahap hingga akhir 2020. Vaksin diperoleh dari produsen berbeda yakni Sinovac, Sinophram, dan CanSino. Ketiganya telah melalui uji klinik fase tiga di sejumlah negara.

    Sinovac bakal mengakomodasi dua dosis vaksin untuk 1,5 juta orang. Artinya, butuh 3 juta vaksin dari perusahaan asal Tiongkok itu.

    Tak berbeda, vaksin Sinopharm juga mesti dua kali dosis. Sebanyak 15 juta dosis Sinophram untuk 7,5 orang akan dikirimkan ke Indonesia hingga akhir 2020.

    Kemudian CanSino memberikan kesanggupan untuk mengirimkan vaksin ke Indonesia sebanyak 100.000 dosis. Vaksin ini punya sifat berbeda karena single use atau satu kali dosis saja.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id