Persatuan Perawat: Nakes Dibayangi Stres Hingga Stigma Sosial

    Theofilus Ifan Sucipto - 26 Oktober 2020 09:56 WIB
    Persatuan Perawat: Nakes Dibayangi Stres Hingga Stigma Sosial
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Harif Fadhillah, menyebut tenaga kesehatan (nakes) masih bekerja di tengah kekhawatiran ikut tertular virus korona (covid-19). Kondisi ini berdampak buruk bagi mereka.

    Harif mencontohkan perawat terpaksa tak bisa pulang ke rumah selama bertugas menangani pasien covid-19. Hal ini membuat mereka mengalami stres psikologis yang luar biasa.

    “Sudah terpisah dari keluarga, mereka juga menghadapi stigmatisasi sosial,” kata Harif dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.

    Menurut dia, nakes kerap distigma dapat menularkan virus hingga ditolak kembali ke tempat tinggalnya. Hal ini berpotensi mematahkan semangat nakes dalam bertugas. Pemerintah didesak melindungi nakes secara maksimal.

    Baca: 253 Nakes Gugur, IDI Tagih Keseriusan Pemerintah

    “Ini menjadi sorotan bagaimana bangsa kita telah melindungi atau tidak melindungi profesi perawat kita,” jelas Harif.

    Anggota Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Agustina Puspitasari, mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD). Dengan begitu, nakes bisa bekerja dengan aman.

    “Tenaga medis ketika bertugas juga perlu mengendalikan transmisi covid-19 meliputi pengendalian teknik dan administrasi,” tutur Agustina.

    Sebanyak 253 nakes gugur dalam penanganan covid-19. Mereka terdiri dari 141 dokter, 103 perawat, dan sembilan dokter gigi. Jika dibandingkan dengan data per Kamis, 15 Oktober 2020, jumlah dokter yang gugur bertambah lima.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id