BNPB Terbitkan Surat Edaran Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

    Antara - 19 Oktober 2020 03:57 WIB
    BNPB Terbitkan Surat Edaran Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan surat edaran peringatan dini cuaca ekstrem. Surat itu dikirimkan kepada kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) di empat provinsi. 

    "Keempat wilayah tersebut yakni provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, Minggu, 18 Oktober 2020.

    Menurut dia, peringatan dini dan kesiapsiagaan ini merujuk informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai pemutakhiran data hingga Sabtu, 10 Oktober 2020. Sejumlah wilayah bakal terdampak cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina.

    BMKG menyebutkan sebagian wilayah diprediksi mengalami kekeringan meteorologis dengan status waspada hingga awas. Kekeringan meteorologi ialah kekeringan yang disebabkan karena tingkat curah hujan suatu daerah di bawah normal.

    BNPB merekomendasikan beberapa langkah. BPBD diharapkan memantau sistem peringatan dini terkait kebakaran hutan dan lahan melalui situs bmkg.go.id, modis-catalog.lapan.go.id, dan inarisk.bnpb.go.id. Dinas terkait diharap mengecek lapangan.

    Langkah selanjutnya yakni penguatan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terkait ancaman kekeringan. Upaya ini dapat berupa penyiapan logistik dan peralatan seperti tangki air bersih da pompa air di tiap kecamatan teridentifikasi mengalami kekeringan.

    Upaya penguatan lainnya yakni kampanye hemat air dengan memanen air hujan dan memanfaatkan air limbah rumah tangga yang relatif bersih. Koordinasi multipihak diperlukan dalam penyiapan alternatif pemenuhan kebutuhan air di masyarakat melalui penyiapan sumur bor dan pengaturan distribusi air.

    "Melakukan upaya-upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi di media elektronik serta informasi lainnya, termasuk memasang papan informasi pelarangan membakar hutan dan juga hukumannya," kata Lilik.

    Ia juga meminta pemda mencegah pembakaran dan menyiapkan pemadaman dini. Hal tersebut sangat penting untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas dan kesulitan pengendalian pemadaman di lapangan.

    Baca: Warga Lebak Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

    BNPB meminta daerah memutakhirkan dan menyimulasi rencana kontinjensi menghadapi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini penting konteks situasi pandemi covid-19 masih berlangsung. 

    Di samping itu, pemerintah daerah diharap menyiapkan rencana operasi dengan melibatkan TNI dan Polri. Merujuk pada rencana operasi, beberapa langkah taktis dapat dilakukan seperti penegakan hukum, pengaktifan pos komando, dan penyiapan help desk atau call center.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id