Uji Klinis Vaksin Nusantara Dihentikan, RSPAD Jalani Penelitian Dendrit

    Siti Yona Hukmana - 20 April 2021 21:49 WIB
    Uji Klinis Vaksin Nusantara Dihentikan, RSPAD Jalani Penelitian Dendrit
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: RSPAD Gatot Subroto bakal melakukan penelitian baru. Langkah ini diambil menyusul keputusan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) yang menghentikan uji klinis Vaksin Nusantara.

    "Jadi ini berbeda, judulnya pun dipilih berbeda. Penelitian kali ini 'Penelitian Berbasis Pelayanan yang Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas terhadap Sar Cov 2 atau Covid-19'," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Mapomdam Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 20 April 20210

     



    Menurut Andika, penelitian kali ini tidak ditujukan untuk menciptakan vaksin seperti sebelumnya. Melainkan, menciptakan terapi imun dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh melawan covid-19.

    Hasil penelitian baru ini direncanakan tidak untuk produksi massal. Sehingga, tidak perlu meminta izin edar BPOM.

    Adapun penelitian baru ini tetap memanfaatkan sel dendrit seperti yang dipakai pengobatan kanker. Hal itu guna meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan covid-19.

    "Apakah ini bisa? Bisa, saya yakin bisa dan pemerintah pun memercayakan itu kepada kami walaupun sifatnya tadi tidak untuk komersial maka tidak diperlukan izin edar dari BPOM," ujar jenderal TNI berbintang empat itu.

    Vaksin Nusantara gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menimbulkan polemik karena belum memenuhi kaidah ilmiah. Vaksin covid-19 karya anak bangsa itu belum mengantongi izin dari BPOM karena terdapat kelemahan yang bersifat critical dan majeure di dalam kandungannya.

    Namun, Vaksin Nusantara tetap dilanjutkan hingga uji klinis fase II. Polemik semakin bergulir, setelah peneliti Vaksin Nusantara meminta izin memaksakan diri melanjutkan uji klinis fase II kepada anggota DPR di RSPAD Gatot Subroto beberapa waktu lalu.

    Baca: 11 Mal di Jakarta Dibuka Jadi Sentra Vaksinasi

    Hal ini dianggap ilegal karena uji klinis tetap diteruskan meski tak mengantongi izin. Tindakan itu pun membuat BPOM, TNI, dan Kementerian Kesehatan sepakat menghentikan uji klinis Vaksin Nusantara tersebut.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id