Perbedaan Penggunaan Darurat EUL dan EUA pada Vaksin Covid-19

    Nur Azizah - 16 April 2021 09:57 WIB
    Perbedaan Penggunaan Darurat EUL dan EUA pada Vaksin Covid-19
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait perbedaan izin penggunaan darurat vaksin covid-19, yakni Emergency Use of Listing (EUL) dan Emergency Use of Authorization (EUA). EUA dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sedangkan EUL diberikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan seluruh vaksin yang digunakan di Indonesia sudah mendapat EUA. Namun, belum semuanya mendapatkan EUL, dan hal ini bukan masalah.






    "Untuk Sinovac telah mengikuti prosedur pengurusan EUL dan prediksi pemberian EUL dari WHO pada akhir Mei 2021," kata Wiku seperti dikutip dari laman covid-19.go.id, Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

    Sementara itu, Vaksin AstraZeneca sudah memperoleh EUL sejak Februari 2021. Wiku menyampaikan EUL dan EUA adalah dua bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik in vitro.

    "Baik EUA maupun EUL intinya sama," ujarnya.

    Kesamaan pertimbangan itu di antaranya, pertama, diperuntukkan bagi penyakit yang serius dan mematikan serta menyebabkan kedaruratan kesehatan. Kedua, belum ada produk farmasi sebelumnya yang mampu menghilangkan dan mencegah wabah.

    Baca: WHO Segera Putuskan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac dan Sinopharm

    Ketiga, tahapan produksi dilakukan berdasarkan kaidah ilmiah dengan standar yang berlaku seperti good clinical practice, proof concept, good laboratory practice serta good manufacturing practices. Sedangkan perbedaan EUA dan EUL hanya terletak pada badan otoritas yang mengeluarkannya.

    "WHO adalah badan dunia yang memiliki otoritas penuh dalam mengeluarkan EUL. Sedangkan EUA dikeluarkan otoritas regulator nasional yang memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi obat dan makanan yang di Indonesia kewenangan BPOM," ucap Wiku.

    Khusus untuk EUL diberikan sebagai prasyarat pasokan Vaksin COVAX yang menjadi vaksin subsidi WHO ke berbagai negara di dunia. Termasuk untuk membantu suatu negara dalam memutuskan kelayakan penggunaan, produksi atau impor vaksin.

    "Pada prinsipnya, WHO memberi otoritas penuh terhadap masing-masing otoritas regulator nasional seperti BPOM untuk mengeluarkan EUA yang mengacu kepada standar global. Dengan syarat dapat ditetapkan berdasarkan data dari penilaian yang transparan," tegas Wiku.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id