Disinformasi Melahirkan Pedemo 'Ikut-ikutan'

    Fachri Audhia Hafiez - 08 Oktober 2020 21:20 WIB
    Disinformasi Melahirkan Pedemo 'Ikut-ikutan'
    Kondisi demo di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Oktober 2020. Medcom.id/ Daviq Umar Alfaruq
    Jakarta: Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto menilai unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dipengaruhi masifnya arus disinformasi. Informasi tak utuh diterima mentah-mentah oleh sebagian masyarakat.

    "Hoaks maupun disinformasi di media sosial misalnya diterima juga, sama-sama ikut disebarkan. Ini yang terjadi, ternyata memang penyebarannya masif sekali," kata Henri dalam program Prime Talk Metro TV, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Sebagian pengunjuk rasa diyakini tak memahami subtansi dari undang-undang tersebut. Sehingga aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis diduga kuat sekadar ajang berekspresi.

    "Banyak orang yang kadang kala itu melakukan demo dia turun ke jalan bukan karena di benaknya ada kemarahan, hanya ikut-ikutan," ucap Henri.

    Baca: Nilai Kerusakan Imbas Demo UU Ciptaker di DKI Mencapai Rp25 Miliar

    Henri mengatakan sebagian masyarakat mudah terprovokasi sejumlah isu UU Cipta Kerja, misalnya terkait pesangon. Isu yang dibuat terlalu masif itu sukses memantik kemarahan publik.

    "Sebenarnya kan agak ironis kalau keadaan seperti sekarang sekarang ternyata banyak orang yang tidak paham. Apa yang dia lakukan enggak paham," ujar Henri.

    Henri meyakini tidak mudah menjelaskan subtansi 174 pasal di UU Cipta Kerja kepada masyarakat. Terlebih kepada pihak yang sudah termakan hoaks.

    "Kalau hoaks sudah menyebar, untuk mengembalikan supaya mereka paham itu butuh upaya dan energi yang lebih," ucap Henri.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id