Studi FKUI: Tingkat Kematian Pasien di Atas 60 Tahun Mencapai 23%

    Antara - 16 Oktober 2020 05:32 WIB
    Studi FKUI: Tingkat Kematian Pasien di Atas 60 Tahun Mencapai 23%
    Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Hasil studi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan tingkat kematian pasien covid-19 berusia di atas 60 tahun mencapai 23 persen. Populasi usia lanjut paling berisiko tinggi terkena dampak covid-19. 

    "Gejala-gejala yang dijumpai pada pasien kelompok usia ini seringkali tidak khas sehingga berujung pada keterlambatan diagnosis dan penanganan," ujar Dekan FKUI Ari Fahrial Syam dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Menurut dia, tingginya angka kematian ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat yang bermobilitas tinggi dan memiliki anggota keluarga berumur 60 tahun ke atas. Warga harus selalu menjaga jarak serta disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular virus korona.

    Ia menyebut studi ini dihasilkan peneliti dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dan Clinical Epidemiology and Evidence-Based Medicine Unit (CEEBM) FKUI-RSCM. Saat penelitian, total ada 44 pasien usia lanjut dari 461 pasien covid-19 di RSCM.

    Mayoritas pasien berusia 60-69 tahun (68 persen) dan berjenis kelamin laki-laki (66 persen). Persentase pasien dengan gejala-gejala khas covid-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas hanya sekitar 50 persen. Sisanya datang dengan gejala tidak khas.

    Tingkat kematian pasien usia lanjut dengan covid-19 dalam penelitian ini (23 persen) lebih tinggi dibandingkan angka nasional (14,9 persen). Sebanyak 90 persen pasien yang meninggal berjenis kelamin laki-laki.

    Ada beberapa mekanisme yang menjelaskan mengapa laki-laki lebih rentan mengalami dampak buruk dalam kasus covid-19. Salah satunya karena penurunan jumlah sel B dan sel T pada laki-laki usia lanjut lebih besar dibandingkan perempuan. 

    Hal ini berdampak pada respons imun yang dihasilkan tidak terlalu kuat. Selain itu, hormon testosteron, yang biasa dikenal sebagai hormon seks pria, ternyata memengaruhi ekspresi TMPRSS2 yang berperan penting dalam proses masuknya virus SARS-CoV-2 ke dalam sel tubuh.

    Pada penelitian ini, proporsi pasien yang meninggal pada kelompok usia 70 tahun ke atas lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 60-69 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, sistem imun tubuh seseorang semakin mengalami disfungsi. 

    Kondisi ini menyebabkan pasien-pasien covid-19 usia lanjut semakin rentan mengalami 'badai sitokin'. Hal ini dapat menimbulkan masalah di berbagai organ tubuh dan memicu gagal napas.

    Keberadaan komorbiditas atau penyakit penyerta menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan hipertensi dan diabetes melitus sebagai komorbiditas yang umum ditemukan pada pasien. Beberapa pasien bahkan memiliki komorbiditas lebih dari satu.

    Baca: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.071

    Multikomorbiditas bukan termasuk salah satu faktor risiko kematian covid-19 yang menonjol pada penelitian ini. Namun, studi dari UK Biobank menyatakan multikomorbiditas, terutama multikomorbiditas kardiometabolik, berkaitan dengan peningkatan risiko perburukan covid-19.

    Hal menarik lain yang patut diperhatikan terkait hasil penelitian ini ialah sebagian besar pasien (86 persen) tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi covid-19. Tingginya risiko penularan melalui klaster keluarga dan banyaknya pasien asimptomatik atau tanpa gejala di Indonesia membuat anggota keluarga termasuk perawat harus selalu mencegah penularan covid-19.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id