comscore

Epidemiolog Beberkan Alasan Terapi 'Cuci Otak' Terawan Dihentikan

Sri Yanti Nainggolan - 30 Maret 2022 18:12 WIB
Epidemiolog Beberkan Alasan Terapi Cuci Otak Terawan Dihentikan
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. MI/Ramdani
Jakarta: Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono memberikan bukti mengapa metode Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) atau 'cuci otak' pada penderita stroke dianggap melanggar etika kedokteran. Metode itu dicetuskan oleh Terawan Agus Putranto yang telah dipecat secara permanen oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Pandu Riono menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan RI membentuk satuan tugas (satgas) terkait pelayanan pengobatan yang dilakukan Terawan pada 2018. Ia menampilkan tiga gambar laporan 'Kajian Terhadap Metode Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) Sebagai Terapi'.
"Simpulannya tidak ada bukti ilmiah dan melanggar etika kedokteran," cuit dia dalam akun drpriono1, Rabu, 30 Maret 2022. 

 
Pada foto kedua, terdapat empat kesimpulan terkait praktik IAHF. Yakni belum ada bukti ilmaiah yang sahih tentang keamanan dan kemanfaatan yang dapat menjadi dasar bagi praktik IAHF untuk tujuan terapi. Kemudian, praktik IAHF untuk tujuan terapi tidak selaras dengan etika kedokteran dan berpotensi melanggar berbagai undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia. 

Terakhir, standar kompetensi untuk IAHF sebagai tujuan terapi belum ada/belum disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. 

"Rekomendasi dihentikan untuk terapi, hanya diijinkan untuk riset dan harus dilaporkan hasilnya," lanjut Pandu Riono. 

Pada gambar terakhirm ada dua rekomendasi dari laporan Satgas Kemenkes pada 2018 tersebut. Pertama, pelayanan kedokteran dengan metode IAHF dihentikan di seluruh Indonesia karena belum ada bukti ilmiah yang sahih. 

Kedua, diperlukan penelitian tentang IAHF untuk tujuan terapi dengan metodologi penelitian yang baik dan benar serta dasar-dasr ilmiah untuk mendapatkan bukti efektivitas dan keamanan IAHF yang dapat diterima secara universal oleh dunia kedokteran. 

Baca: Pemecatan Dokter Terawan dari IDI Dinilai Bisa Jadi Preseden Buruk
 

Terawan dipecat permanen oleh IDI

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto diberhentikan secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ada lima poin penyebab pemecatan tersebut. 
 
"Terawan diberhentikan secara permanen dari keanggotaan IDI, salah satu keputusan Muktamar XXXI di Kota Banda Aceh. @PBIDI," cuit epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, Jumat, 25 Maret 2022. 
 
Ia melampirkan surat Nomor 0280/PB/MKEK/02/2022 Perihal Penyampaian Hasil Keputusan MKEK Tentang Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) pada tanggal 8 Februari 2022. 
 
Pada poin kedua, tertulis bahwa bila tidak dijumpai iktikad baik Terawan, maka Muktawamar memerintahkan PB IDI untuk melakukan pemecatan tetap sebagai anggota IDI. 
 
"Bahwa didapatkan dugaan tidak dijumpainya iktikad baik dari Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad sepanjang tahun 2018-2022," tulis poin ketiga. 

(SYN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id