Rekening Kasino Modus Baru Pencucian Uang

    Kautsar Widya Prabowo - 05 Februari 2020 19:39 WIB
    Rekening Kasino Modus Baru Pencucian Uang
    Ilustrasi. Foto: Setkab
    Jakarta: Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjelaskan modus baru pencucian uang dengan mengalirkan dana ke rekening kasino. PPATK menemukan dugaan aliran dana kepala daerah Rp50 miliar ke rekaning kasino. 

    "Terduga pelaku membuka rekening di kasino dan menggunakan kartu member kasino sebagai media agar dapat membawa kembali dana tunai ke Indoensia," ujar Kepala PPATK Kiagus Ahmad Baddarudin, dalam rapat dengar pendapat, di Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Rekening Kasino Modus Baru Pencucian Uang
    Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

    Kiagus menjelaskan modusnya dana disimpan di rekening kasino untuk menghilangkan jejak dan luput dari pengawasan PPATK. Dana yang disimpan seolah berasal dari rekening judi. 

    "Ini merupakan upaya menyembunyikan uang dan atau menyamarkan sumber dana yang diduga berasal dari tindak pidana," tururnya.

    Sebelumnya, PPATK mengungkap rekening kasino diduga milik kepala daerah di luar negeri. Mereka menyimpan uang di akun khusus. 

    "Kami sudah menghubungi beberapa kepala FIU (Financial Intelligent Unit) yang ada, mitra kerja kita. Mereka menyampaikan memang kasino akun itu ada," beber Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Kantor Kemendagri, Jumat, 20 Desember 2019.

    Dia menduga ada sejumlah orang Indonesia yang gemar main judi di luar negeri. Uang yang disimpan di rekening kasino tidak bisa digunakan di luar judi. 

    "Sepanjang yang kami dapat penjelasannya, jadi dia rekening itu memang bisa digunakan di sekitar itu saja," beber dia. 



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id