Ratna Sarumpaet Rangkum Kasusnya Dalam Buku

    Ilham Pratama Putra - 21 Juni 2019 16:36 WIB
    Ratna Sarumpaet Rangkum Kasusnya Dalam Buku
    Tersangka kasus penyeberan hoaks Ratna Sarumpaet (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk psikologi, di Polda Metro Jaya. Foto: MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Terdakwa kasus penyebaran berita bohong (hoaks), Ratna Sarumpaet sedang menulis buku dari dalam jeruji besi. Buku tersebut berisikan autobiografi terkait kasus yang menimpa dirinya.

    "Saya kan lagi membuat juga otobiografi saya. Ini sekalian jadi sejarah Indonesia," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jum'at, 21 Juni 2019.

    Dia menyebut bukunya segera rampung. Dia berharap buku itu bisa menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia.

    "Sudah mau selesai. Insyaallah saya bebas deh, Tuhan kasih jalan ya. kalau itu terjadi langsung diluncurkan, atau kalau saya tetap ditahan ya anak-anak yang meluncurkan," kata Ratna.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ratna Sarumpet enam tahun bui. Ratna dinilai terbukti menyebarkan hoaks. 

    "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dengan sengaja. Menjatuhkan pidana terhadap Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun," kata koordinator JPU Daroe Tri Sadono dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Ratna terbukti menyiarkan berita bohong tentang penganiayaan terhadap dirinya. Dia kemudian mengirim foto gambar wajah lebam dan bengkak kepada sejumlah orang. 

    "Berita itu mendapat reaksi dari masyarakat dan berita bohong itu menyebabkan kegaduhan, keributan atau keonaran di masyarakat baik di media sosial, media elektronik, dan telah terjadi demonstrasi," jelas Daroe.

    Daroe menyebut tuntutan ini sudah berdasarkan fakta persidangan. Jaksa tak menemukan alasan untuk membebaskan Ratna.

    Hal yang memberatkan Ratna sebagai orang berintelektual, tetapi tidak berperilaku baik. Ratna juga kerap memberikan keterangan berbelit di persidangan.

    "Yang meringankan terdakwa, terdakwa sudah minta maaf," lanjut Daroe.

    Ratna dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946  tentang Peraturan Hukum Pidana.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id