Pemerintah Pangkas Anggaran Pendidikan di RAPBN 2020

    Damar Iradat - 16 Juli 2019 02:02 WIB
    Pemerintah Pangkas Anggaran Pendidikan di RAPBN 2020
    Mendikbud, Muhadjir Effendy meninjau Pengenalan Lingkungan Sekolah di SD-SMP Muhammadiyah Jakarta. Medcom.id/Intan Yunelia.
    Jakarta: Pemerintah bakal mengurangi alokasi anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020. Anggaran yang dikurangi tersebut merupakan bantuan afirmasi yang biasa ditangani oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    "Enggak ada (kenaikan anggaran), malah kurang," kata Mendikbud Muhadjir Effendy usai rapat terbatas mengenai pagu indikatif Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Muhadjir mengatakan pengurangan anggaran untuk pendidikan tersebut tidak mencapai Rp1 triliun yang biasa digunakan untuk bantuan-bantuan afirmasi ke sekolah. Anggaran tersebut biasanya digunakan Kemendikbud untuk merevitalisasi sekolah-sekolah yang rusak.

    Namun, untuk tahun depan anggaran bakal dipangkas lantaran sebagian anggaran sudah dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk revitalisasi berat. Sementara, untuk revitalisasi sekolah yang ringan masih di bawah kendali Kemendikbud.

    "Karena akan difokuskan ke revitalisasi SMK. Tahun 2020 ada 73 SMK negeri yang kita rencanakan revitalisasi," jelas dia.

    (Baca: Jokowi: RAPBN 2020 Harus Dinamis)

    Muhadjir menjelaskan anggaran pembangunan sekolah juga tidak lagi terpusat di Kemenkdibud. Untuk urusan sekolah vokasi, pembangunan juga diberikan ke Kementerian Tenaga Kerja maupun Kementerian Perindustrian.

    "Ada Kemenaker, Kementerian Perindustrian. Sesuai Inpres Nomor 75 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, vokasi ditangani banyak pihak," ucap Muhadjir.

    Muhadjir mengaku tak terlalu khawatir dengan pengurangan pos anggaran di kementeriannya. Sebab, hal tersebut menurut dia tidak akan berpengaruh banyak ke daerah.

    Bahkan, dinilai dia, anggaran di daerah naik dibanding dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, yang lebih penting adalah bagaimana memastikan anggaran yang ditransfer ke daerah lebih efisien.

    "Betul-betul digunakan dengan tepat sasaran, efisien, mengalir sesuai kanalnya, tidak ada yang rembes," tandasnya.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id