Penyakit Jantung Banyak Sedot Anggaran BPJS Kesehatan

    Fachri Audhia Hafiez - 01 Desember 2019 12:10 WIB
    Penyakit Jantung Banyak Sedot Anggaran BPJS Kesehatan
    Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak'. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
    Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut ada beberapa penyakit yang menyedot anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan begitu besar. Salah satunya penyakit jantung, yang membutuhkan penanganan serius.

    "Karena di dunia itu dari jantung paling tinggi. Jadi secara statistik secara kenyataan penyakit jantung berbeda, tinggi (dari segi biaya medis)," kata Ketua Biro Hukum dan Pembinaan IDI, Dr Nazar dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Desember 2019.

    Nazar membantah pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyebut defisit BPJS Kesehatan terjadi karena dokter yang melakukan tindakan medis berlebihan. Hal ini bahkan disebut sebagai faktor klaim rumah sakit kepada BPJS Kesehatan membengkak.

    Dia menilai jika sistem BPJS Kesehatan di Indonesia justru berlebihan. Alasannya, tidak banyak negara yang memberikan jaminan kesehatan untuk semua penyakit.

    Persoalan BPJS seakan tak habis-habis. Mulai fakta defisit, penaikan iuran, hingga indikasi kecurangan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini kemudian berimbas pada penaikan iuran.
     
    Iuran peserta BPJS Kesehatan untuk Kelas III ditetapkan Rp42 ribu. Sementara untuk Kelas II Rp110 ribu dan Kelas I Rp160 ribu. Penaikan iuran mencapai 100 persen itu dianggap mencekik, terutama kelompok mandiri di kelas III.
     
    Publik mulai hitung-hitungan angka yang harus dikeluarkan per bulan. Namun, penaikan seakan menjadi jalan satu-satunya menutup defisit yang diprediksi mencapai Rp32,8 triliun.




    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id