Polri Disebut Terbawa Arus Politik

    Ilham Pratama Putra - 02 Juli 2019 01:29 WIB
    Polri Disebut Terbawa Arus Politik
    Peneliti politik nasional LIPI, Muhamad Haripin. Foto: Medcom.id/ Ilham Pratama.
    Jakarta: Polri disebut terbawa arus politik. Peneliti politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhamad Haripin ingin polisi independen dalam menjalankan tugasnya.

    "Dan di saat kami coba masuk ke internal institusi polisi sendiri, ya kepentingan-kepentingan politik itu memang ada," kata Haripin di kantor Lokataru, Jakarta Timur, Senin 1 Juli 2019.

    Dia mengatakan hal itu terjadi atas dorongan pemerintah. Menurutnya kejadian ini bukanlah hal yang baru.

    "Karena Presiden itu sebagai pemimpin politik tentu menentukan agenda pembangunan biar bisa berjalan. Dan dia menjamin anak buahnya, Kapolri, Panglima tetap berada dalam satu frekuensi dengan dia," ujarnya.

    Hal itupula yang membuat polisi berani di ruang publik. Akhirnya muncul tindakan represi.

    "Karena represi itu dilakukan sebagai bagian akibat dari terseretnya mereka dalam isu-isu politis. Misalnya kepentingan pembangunan. Ada pembukaan lahan, penggusuran, itulah yang kemudian menimbulkan konflik," sambung Haripin.

    Untuk itu, Haripin berharap pengawasan terhadap Polri perlu diperkuat dari Komnas HAM, Ombudsman, Kompolnas, dan DPR RI. Elemen LSM  juga harus diberdayakan demi terwujudnya kinerja baik Polri.

    "Agar sistem pengawasan ini memiliki ketegasan, yang bisa dilakukan adalah temuan-temuan dari lembaga-lembaga sipil, dari peneliti, dan Komnas HAM itu perlu disatukan dalam suatu wadah, kemudian ditindaklanjuti secara transparan," pungkas Haripin.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id