Investor Diminta Menguatkan Ekonomi Dalam Negeri

    Fachri Audhia Hafiez - 17 Oktober 2019 02:33 WIB
    Investor Diminta Menguatkan Ekonomi Dalam Negeri
    Politikus Partai NasDem Rachmat Gobel - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
    Jakarta: Pemerintah diminta tidak sekedar mengundang investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri. Pemerintah perlu mendorong penguatan ekonomi nasional.

    "Ketika kita mengundang investor yang masuk, investor jadi segala-galanya. Saya katakan investor asing itu adalah pelengkap, kekuatan itu adalah di Indonesia," kata Politisi Partai NasDem Rachmat Gobel dalam diskusi Gerakan Besar Haluan Partai (GBHP) NasDem Bidang Ekonomi Pembangunan dengan topik 'Ekonomi Berdikari di Tengah Globalisasi dan Perang Dagang' di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Menurut Gobel, investor yang masuk ke Indonesia perlu memperhatikan fokus sektor industri yang akan digarap. Investor tidak boleh hanya sekadar berinvestasi dan memperoleh keuntungan.

    "Sektor pertanian perkebunan dan kelautan. Ini harus kita bangun, makanya kita harus fokusin," ujar Gobel.

    Wakil Ketua DPR ini ingin sumber daya manusia (SDM) dalam negeri tak hanya sekadar memanfaatkan teknologi yang dibawa investor. Masyarakat harus mampu menguasai dan mengembangkan teknologi tersebut.

    Dia mencontohkan strategi Tiongkok yang mampu mengembangkan mesin hasil impor investor. Artinya, masyarakat diberdayakan untuk menguasai tak hanya sekadar mengonsumsi teknologi tersebut.

    "Kalau kita impor beneran dipakai dikonsumsi. Jadi enggak ada nilai lain kita mau ambil untuk kepentingan nasional kita. Kita tidak pernah ambil satu strategi ingin menguasai teknologi untuk mengundang investasi masuk," kata Gobel.

    Ekonom Universitas Indonesia I Kadek Dian Sutrisna Artha menilai peluang menggaet investor asing terbuka lebar akibat perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat. Namun terkendala karena beberapa faktor seperti pasar tenaga kerja yang kaku, kemudahan berinvestasi yang belum sempurna serta penegakan hukum yang belum optimal.

    "Peluang agar investasi kedua negara yang perang dagang bisa beralih ke Tanah Air, tapi itu tidak bisa otomatis karena ada pertimbangan return investasi," kata Kadek.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id