comscore

Penularan Covid-19 Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan Hidup Sehat

Indriyani Astuti - 27 Mei 2022 12:37 WIB
Penularan Covid-19 Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan Hidup Sehat
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Jakarta: Capaian penanganan pandemi covid-19 di Indonesia harus dipertahankan. Semua pihak diminta mengantisipasi sejumlah faktor yang akan berkontribusi pada penambahan kasus positif.

Faktor-faktor itu, yakni aktivitas dan mobilitas masyarakat, keberadaan varian virus baru, dan kekebalan komunitas. Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta kesadaran melakukan tes dan isolasi mandiri apabila terindikasi positif untuk mencegah penambahan kasus.
"Perilaku hidup bersih dan sehat, kesadaran untuk dites ketika memiliki riwayat berisiko atau bergejala, dan kesadaran mengisolasi diri ketika terindikasi positif," ujar juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di sela-sela penyelenggaraan Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali, Jumat, 27 Mei 2022.

Satgas mencatat ada tren penurunan kasus covid-19 di Tanah Air. Ini terlihat dari jumlah kasus positif yang terdeteksi hanya 1.500 setelah sebelumnya sempat mencapai 2.300 pada pekan lalu.

Selain itu, ada penurunan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan kasus. Pada 15 Mei 2022, terdapat 24 provinsi kemudian turun menjadi 10 provinsi pada 22 Mei 2022. Daerah itu antara lain Provinsi Maluku, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

"Pada provinsi- provinsi ini cenderung kecil (penambahannya) 1-16 kasus per minggu," kata Wiku.

Satgas juga mencatat ada fluktuasi jumlah orang yang dites selama 4 pekan terakhir pascamudik lebaran. Tes mengalami peningkatan setelah libur lebaran.

Dari hasil tes tersebut, angka kasus penularan atau positivity rate sebesar 0,33 persen untuk level nasional. Angka itu, kata Wiku, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka mingguan terendah yang pernah dicapai Indonesia pada Desember 2021 yang sempat berada di bawah 0,21 persen.

"Ini menunjukkan angka penularan di masyarakat masih ada, masyarakat diimbau untuk tetap mempertahankan kebiasaan bersih dan sehat," kata dia.

Baca: Pandemi di Indonesia Terkendali, Tapi Tak Boleh Jemawa

Menurut Wiku, penerapan hidup bersih dan sehat selain dapat mengantisipasi berbagai penyakit lain yang sudah ada maupun penyakit yang tengah merebak. Dia mengingatkan masyarakat untuk melakukan tes setelah mengunjungi lokasi keramaian, bepergian jarak jauh, serta merasa memiliki gejala yang mirip covid-19.

Di sisi lain, Wiku menegaskan situasi dunia saat ini masih pandemi. Status pandemi ke endemi bisa dicapai jika semua negara konsisten mempertahankan lonjakan covid-19.

"Kondisi seperti ini masih harus tetap dipertahankan apabila negara-negara lain bisa mengendalikan kasusnya seperti Indonesia, tidak tertutup kemungkinan status pandemi global bisa dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id