Provinsi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Masih Difinalisasi

    Nur Azizah - 15 Oktober 2020 18:07 WIB
    Provinsi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Masih Difinalisasi
    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. ANT Biro Pers
    Jakarta: Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 masih menggodok provinsi prioritas penerima vaksin covid-19. Pertimbangan berdasarkan kriteria yang mengacu Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi.

    "Seluruh rincian informasi terkait alokasi prioritas vaksinasi dalam tahap finalisasi," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers perkembangan kasus covid-19, di Jakarta Timur, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Pemberian vaksin mengutamakan asas keadilan. Wiku meminta masyarakat bersabar dan terus mematuhi protokol kesehatan.

    "Pantau informasi resmi dari satgas terkait tahapan vaksinasi ini dengan cermat dan selalu mematuhi protokol kesehatan serta upaya yang dapat dilakukan saat ini," ujar dia.

    Sebelumnya, pemerintah telah menyusun lima kelompok prioritas penerima vaksin covid-19. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto mengatakan kelompok pertama tenaga medis.

    (Baca: Tiga Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Kota Bogor)

    Pelayanan publik, termasuk TNI-Polri, dan aparat hukum juga masuk prioritas utama. Jumlah penerima vaksin 3.497.737 orang. Sedangkan kebutuhannya dua kali lipat, yakni 6.996.474 dosis.

    "Kelompok kedua, masyarakat, termasuk di dalamnya tokoh agama, perangkat daerah, dan sebagian pelaku usaha," kata Airlangga dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020.

    Jumlah penerima sebanyak 5.624.010 orang dengan total 11.248.020 dosis vaksin. Kelompok ketiga ialah seluruh tenaga pengajar dengan total 4,3 juta orang.

    Kelompok keempat terdiri atas aparatur pemerintah, mulai pemerintah pusat, daerah, hingga anggota legislatif. Total penerima vaksin sekitar 2,3 juta orang atau 4,6 juta dosis vaksin.

    Terakhir, penerima BPJS bantuan iuran sebanyak 86 juta orang. Total dosis yang disediakan 173 juta dosis.

    Vaksin juga akan diberikan di luar kelompok prioritas. Sebanyak 57 juta masyarakat dan pelaku usaha bakal mendapat vaksin. Masyarakat yang diprioritaskan mendapat vaksin mereka yang berusia 19-59 tahun.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id