Kemenaker - Berita

    Kolaborasi dengan SPI, Kemenaker Tingkatkan Kualitas Pelatihan SDM

    Pelangi Karismakristi - 04 April 2018 18:25 WIB
    Kolaborasi dengan SPI, Kemenaker Tingkatkan Kualitas Pelatihan SDM
    Sekretaris Jenderal Kemenaker Hery Sudarmanto. Foto: Dok. Kemenaker
    Singapura: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melanjutkan kerja sama dengan Singapore Polytechnic International (SPI) untuk meningkatkan kualitas pelatihan SDM Indonesia. 

    Kerja sama yang telah terjalin sejak 2011 ini terdiri atas beberapa bidang, antara lain peningkatan mutu lembaga pelatihan kerja yang berdaya saing tinggi dan kredibel, manajemen pelatihan vokasi, inovasi pelayanan publik, kerangka kualitas pelatihan Indonesia serta program kerja sama di bidang lainnya.

    "Kali ini kita melanjutkan kerja sama dalam rangka modernisasi metodelogi pembelajaran di pusat pelatihan pegawai Pusdiklat dan Politeknik Kemenaker RI untuk mewujudkan pelatihan berbasis digital yang berkualitas dan tepat guna," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudarmanto, dalam keterangan persnya, Rabu, 4 April 2018.

    Hery menambahkan, kerja sama ini bertujuan meningkatkan pengelolaan lembaga pelatihan kerja yang bermutu, berdaya saing dan kredibel. Selain itu juga ada program kerja sama Short Course Learner-centered Experiential Teaching and Learning Approach bagi tenaga pengajar (widyaiswara) Pusdiklat Kemenaker dan Polteknaker.

    "Kami ingin agar para widyaiswara dan dosen politeknik Kemenaker mampu  mengadopsi sistem dan metodologi pembelajaran yang dimiliki oleh SPI sehingga dapat menciptakan konsep pengajaran  lebih inovatif dan berkualitas di Pusdiklat dan Politeknaker," jelas dia.


    Maka dari itu, modernisasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari hardware atau sarana prasarana dan juga software atau disain program. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas Widyaiswara dan dosen dengan kegiatan workshop  Learner-centered Experiential Teaching and Learning Approac  ini.

    Dirinya juga menambahkan saat ini global mega-trends sedang terjadi dalam segala aspek kehidupan. Hal ini ditandai dengan adanya globalisasi, perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan demografi, perubahan iklim, perubahan nilai-nilai dan Interdepedensi antar negara. 

    "Semua dinamika tersebut memberi dampak dalam mengatasi berbagai masalah ketenagakerjaan yang saat ini semakin kompleks dan bervariasi. Itu tantangan yang harus diantisipasi semua pihak," tegas Hery.

    Hery juga menjelaskan bagaiman konsekuensi logis dari adanya global mega-trends. Ini sekaligus sebagai tantangan yang harus disikapi secara tepat, strategis dan efektif agar  mampu bertahan dan unggul dalam persaingan global kini.

    Dalam konteks sumber daya manusia (SDM), maka segala kebijakan dan upaya Kemnaker, menurutnya, harus mengarah pada peningkatan daya saing global SDM Indonesia pada situasi yang semakin dinamis dan kompetitif ini.

    "Saya berharap semoga para pengajar polteknaker dan para widyaiswara dapat mengadopsi sistem dan metodologi pembelajaran yang dimiliki oleh SPI sehingga dapat menciptakan konsep pengajaran yang lebih inovatif dan berkualitas, untuk diterapkan dalam mengajar," ujar dia.

    Sebagai organisasi baru di Kemnaker, bagi Polteknaker melalui kegiatan workshop ini para dosen memiliki semangat baru melakukan perubahan, memperoleh pandangan dan  wawasan baru sehingga dapat mengadaptasi metode pembelajaran  modern, yang berbeda dengan yang lain sebagai ciri khas Polteknaker. Para dosen juga bisa menjalin jejaring dengan dunia luar, sehingga wawasannya selalu bertambah.

    "Sebagai organisasi baru, Polteknaker harus memiliki nilai tambah agar mampu berkompetisi sehingga menjadi salah satu pendidikan pilihan bagi masyarakat," ujarnya.

    Hery berharap setelah mengikuti workshop, para pengajar Pusdiklat dan Polteknaker dapat menindaklanjuti berbagai bentuk karya nyata. Yakni rumusan metode penyampaian pembelajaran  baru, menghasilkan pola diklat  baru, menggabungkan antara kegiatan pembelajaran terkini dengan teknologi, yang dapat memberikan solusi baru bagi pesertanya dan dapat mengakomodir kepentingan penggunanya. 

    "Pada akhirnya outcome dari kegiatan ini adalah kemajuan lembaga ditandai dengan peningkatan kapasitas dan kualitas lulusan. Hasilnya dapat ditindaklanjuti bersama untuk peningkatan kapasitas SDM di lingkungan Kemnaker," pungkasnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id