Populer Nasional

    Hoaks Investasi Dana Haji untuk Infrastruktur Hingga 5 Pengedar Narkoba Dibekuk

    Yogi Bayu Aji - 09 Juni 2021 06:42 WIB
    Hoaks Investasi Dana Haji untuk Infrastruktur Hingga 5 Pengedar Narkoba Dibekuk
    Ka'bah. Foto: AFP



    Jakarta: Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menepis sejumlah hoaks terkait haji. Salah satunya dana haji diinvestasikan untuk pembiayaan infrastruktur.
     
    "Tidak ada (investasi BPKH dialokasikan ke pembiayaan infrastruktur)," tegas Kepala BPKH Anggito Abimanyu dikutip dalam webinar bertajuk 'Dana Haji Aman' yang disiarkan melalui akun YouTube Yakua TV, Selasa, 8 Juni 2021.
     
    Anggito juga memastikan tidak ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait investasi infrastruktur BPKH. Hal itu tertuang dalam keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV 2012.

    Baca: BPKH Tepis Investasi Dana Haji untuk Infrastruktur Hingga Utang ke Saudi

     



    Dia menjelaskan dana jemaah diinvestasi dengan mekanisme profil risiko low-moderate. Sebesar 90 persen investasi dalam bentuk surat berharga syariah negara dan sukuk korporasi.

    Artikel terkait hoaks dana haji ini menjadi berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Selain itu, pembaca menyoroti keamanan vaksin covid-19. Semua vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat dipastikan aman.

    Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Profesor I Gusti Ngurah Mahardika memastikan semua vaksin telah diuji dengan baik. Jika ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) biasanya berkaitan dengan faktor genetik. 

    "Reaksi ikutan KIPI bisa saja terjadi karena genetik individu yang bersangkutan," kata Mahardika, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 8 Juni 2021.
     
    Masyarakat hanya diminta memantau sendiri gejala setelah divaksinasi. Jika terjadi sesuatu, segera konsultasi ke dokter. Terlebih jika ada gejala KIPI berat.

    Berita terpopuler selanjutnya, yakni polisi menangkap lima anggota jaringan pengedar narkoba jenis ganja dan sabu. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda dengan total barang bukti 12 kilogram ganja dan 644 gram sabu.
     
    "Lima orang yang ditangkap adalah DC, MYH, MH, IF, sedangkan satu orang lainnya hasil pengembangan dari penangkapan DC," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 8 Juni 2021.
     
    Azis menyebut penangkapan lima pengedar narkoba merupakan hasil 'perburuan' Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jakarta Selatan. Penangkapan dimulai saat polisi meringkus DC dari kawasan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, pada 25 Mei 2021.

    Informasi terkait dana haji hingga kasus narkoba masih terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id