Ini 2 Alasan Pinjol Haram Menurut MUI

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 02 September 2021 20:20 WIB
    Ini 2 Alasan Pinjol Haram Menurut MUI
    Medcom Hari Ini



    Jakarta: Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar pinjaman online (pinjol) dihapus. Musababnya, pinjol ini dalam praktiknya melanggar syariat sehingga hukumnya haram.

    Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Dr. KH. Fuad Thohari menjelaskan, syariat yang dilanggar adalah adanya bunga atau penambahan pembayaran bagi yang berutang. Bunga dalam Islam sendiri riba dan hukumnya haram.

     



    “Namanya bunga tambahan yang dipersyaratkan ketika berutang itu hukumnya haram. Dan larangan riba itu sangat keras berlaku bagi siapa saja,” jelas Fuad dalam Medcom Hari Ini: MUI Usul Pinjol Dihapus, Emang Haram? Kamis, 2 September 2021.

    Selain riba, berikut alasan pinjol hukumnya haram sehingga harus dihapus.

    1. Tidak ada semangat menolong

    Fuad menjelaskan, tren pinjol sekarang ini tidak ada semangat untuk menolong. Kini, penyedia pinjol itu berniat mencari keuntungan dari peminjam.

    “Semangatnya nyari untung dengan meminta tambahan ketika membayar utang tentu ini memberatkan yang meminjam,” terangnya.

    2. Banyak mudarat

    Karena tidak ada niat untuk menolong dan justru mencekik peminjam pinjol menjadi banyak mudarat atau merugikan. Atas dasar itu, Fuad menyebut mestinya pemerintah menghapus pinjol mulai dari akar rumput.

    “Sebaiknya, karena banyak mudarat banyak merugikan, mencekik dihapus saja dilarang,” ucapnya.

    “Harus segera OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BI, kemudian Polri mereka duduk satu meja membuat regulasi terkait pelarangan pinjol dari akar rumput sampai ke atas-atasnya,” sambungnya.

    Sebelumnya, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF mengusulkan agar praktik pinjol dilarang. Hal ini karena banyak nasabah yang dirugikan usai mengambil pinjol. Banyak yang tercekik karena beban bunga dibebankan perlahan.

    "Pinjol itu merugikan pihak peminjam. Banyak mudaratnya. Harus dilarang itu. Islam mengajarkan bahwa tak boleh merugikan salah satu pihak dalam suatu perjanjiannya," kata Hasanuddin beberapa waktu lalu.

    Tercat, saat ini pinjol yang terdaftar di OJK sebanyak 116. Dan yang 73 di ataranya sudah mengantongi izin.

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id