Sidomuncul

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta

    Gervin Nathaniel Purba - 16 April 2019 07:44 WIB
    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Tolak Angin Anak Sido Muncul mendonasikan Rp350 juta bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Singgah YKAKI (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
    Jakarta: Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. World Health Organization (WHO) mencatat, penderita kanker setiap tahunnya bertambah 6,25 juta orang. Sebanyak 4 persen atau 250 ribu di antaranya adalah anak-anak.

    Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4.100 kasus baru kanker pada anak. Pada anak usia 0-14 tahun, prevalensi kanker anak adalah 9 per 100 ribu penduduk. Pada anak usia 0-5 tahun, prevalensi kanker anak adalah 18 per 100 ribu penduduk.

    Melihat tingginya angka anak penderita kanker, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulannya Tolak Angin Anak, tergerak menyalurkan donasi di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin, 15 April 2019.

    Donasi senilai Rp350 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Ketua YKAKI Ira Soelistyo. Selain itu, Sido Muncul juga memberikan masing-masing Rp1 juta kepada 33 kepala keluarga yang menetap di YKAKI.

    "Ada tambahan Rp33 juta untuk biaya hidup. Untuk 33 keluarga, masing-masing Rp1 juta," ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat. 

    Irwan mengatakan pihaknya memberikan sedikit sumbangan untuk melanjutkan perjuangan Ira Soelistiyo dalam membantu anak-anak penderita kanker. Perjuangan menurunkan penderita kanker bukan hanya perjuangan YKAKI saja, tapi juga perjuangan bersama.

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    "Ada empat ribu penderita kanker anak-anak di Indonesia. Tidak bisa pemerintah menyelesaikan sendiri karena pemerintah punya aturan dan keterbatasan," kata Irwan.

    Bantuan yang diberikan Sido Muncul sangat membantu YKAKI dan keluarga pasien, khususnya keluarga yang menetap di YKAKI. Setidaknya, mereka tidak perlu kebingungan lagi dalam beberapa pekan ke depan.

    Selain di Jakarta, Sido Muncul berencana akan memberikan bantuan kepada YKAKI yang di daerah lain. Selain di Jakarta, YKAKI mendirikan cabang di tujuh kota, lima di antaranya Bandung, Pemalang, Yogyakarta, Makassar, dan Pekanbaru.

    Setelah penyerahan bantuan, Tolak Angin Anak Sido Muncul juga menghadirkan maskot Tolak Angin Anak, pesulap, serta story teller untuk menghibur anak-anak. Acara semakin meriah dengan kegiatan makan es krim bersama.

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengunjungi anak-anak penderita kanker di YKAKI (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

     

    Anak-anak Tangguh Melawan Kanker


    Dahra Nabila Zulfa merupakan salah satu pengidap kanker yang menetap di rumah singgah YKAKI. Anak perempuan berusia 11 tahun itu divonis mengidap kanker darah pada 2017.

    Kanker darah yang diidap Dahra tak serta merta langsung dapat didiagnosa. Dahra sempat dibawa ke dokter spesialis anak. Bahkan, diperiksa di tiga rumah sakit di Lampung. 

    "Salah satu rumah sakit merujuk untuk ke Jakarta, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Setelah diperiksa sekali di laboratorium, rupanya ada (kanker darah)," tutur ibunda Dahra, Novilia Sapitri.

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Anak-anak penderita kanker di Rumah Singgah YKAKI (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    Setelah divonis kanker, Dahra harus mengikuti kemoterapi. Setelah beberapa kali kemoterapi, Dahra sempat sembuh. Namun hal itu tidak berlangsung lama.

    "Sempat bebas dari kemoterapi. Tapi ternyata bertahan 1,5 tahun. Anak saya harus mengikuti pengobatan lagi," ujar Novilia. 

    Mau tak mau, hal ini membuat Novilia dan Dahra harus menetap di Jakarta. Beruntung, Novilia mendapat rekomendasi untuk bisa menetap di YKAKI. Sejak 2017, YKAKI merupakan rumah kedua bagi Novilia dan Dahra.

    YKAKI merupakan rumah singgah bagi penderita kanker anak-anak. Program YKAKI disiapkan untuk membantu perjuangan para orangtua mendampingi putra-putrinya dalam pengobatan dan perawatan, termasuk pendidikannya.

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Dahra Nabila Zulfa dan ibunda (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    "YKAKI sangat luar biasa membantu. Kami sekeluarga bisa menetap di sini untuk berteduh. YKAKI juga menanggung biaya dari operasional dan biaya operasi rumah sakit kami juga ditanggung," tutur Novilia. 

    Peran besar YKAKI juga dirasakan oleh pasangan Jairin dan Sofia, asal Jambi. Jairin mendapat rekomendasi untuk menetap di YKAKI dari seseorang yang dia temui di RSCM. Sebelumnya, ia mengontrak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

    Jairin dan Sofia menetap di YKAKI sejak Mei 2018. Mereka terpaksa harus menetap di Jakarta karena anaknya menderita tumor ganas. 

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Jairin dan Sofia bersama anaknya (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    Sofia menceritakan anaknya menderita tumor sejak lahir. Awalnya, muncul benjolan seperti bekas gigitan nyamuk. Lambat laun benjolan kian membesar dalam dua bulan.

    "Hingga akhirnya, dua bulan kemudian diangkat. Hasilnya tumor jinak. Berjalan delapan bulan, muncul lagi. Satu tahun tiga bulan, didiagnosis tumor ganas. Kemudian, dirujuk ke Jakarta," kata Sofia.
     

    YKAKI Terbuka Bagi Siapapun


    Ketua YKAKI Ira Soelistiyo mengatakan YKAKI terbuka bagi siapapun. Hal ini merupakan suatu panggilan untuk ikut berkontribusi menekan jumlah pengidap kanker pada anak-anak di Indonesia.

    Rata-rata usia anak yang menetap dan dirawat di YKAKI berusia 0-18 tahun. Selain dirawat, anak-anak tersebut juga mendapat pendidikan dengan menghadirkan guru yang berkompeten.

    Peduli Anak Penderita Kanker, Sido Muncul Donasi Rp350 Juta
    Ketua YKAKI Ira Soelistiyo (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    "Meskipun penderita kanker, anak-anak juga berhak untuk mendapatkan pendidikan. Selain belajar di sini, anak-anak juga bisa belajar di rumah sakit ketika pengobatan. Guru kami akan mendatangi ke rumah sakit," kata Ira. 

    Dalam perjalanannya, YKAKI juga tidak bisa berjuang sendirian. Beban biaya yang besar juga harus ditanggungnya, seperti gaji guru dan sewa kontrakan rumah mencapai Rp500 juta per bulan.

    Namun, selama ada niat, pasti selalu ada jalan. YKAKI kerap mendapatkan donasi dari berbagai perusahaan, sehingga dapat menutupi berbagai beban biaya.




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id