MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 18:59

    Download Jadwal Imsakiyah

    Ekonom Anwar Nasution di Mata Kalla

    M Rodhi Aulia - 08 Agustus 2017 10:48 WIB
    Ekonom Anwar Nasution di Mata Kalla
    Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta
    medcom.id, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Anwar Nasution bukan sembarang ekonom. Kalla bahkan menyebut Anwar seorang ekonom luar biasa.

    "Apanya yang luar biasa? Pertama teguh pendirian," kata Kalla dalam sambutan di peluncuran buku 75 tahun ekonom Anwar Nasution di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin 7 Agustus 2017 malam.
    Hal yang paling diingat Kalla ialah ketika Anwar menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat itu, terdapat permasalahan audit terkait Bank Indonesia (BI)

    "Saya datang ke beliau. Saya kira masalahnya itu, tidak ada orang yang mengambil uang itu di BI. Tidak ada (korupsi). Itu hanya kekeliruan saja," jelas dia.

    Kalla meyakini permasalahan di BI tidak berkaitan tindak pidana korupsi. Pasalnya, tidak ada unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain.

    Kalla mencoba meyakinkan Anwar agar tidak mempermasalahkan hal itu. Tak tanggung-tanggung, Kalla sampai mengajak Anwar bermain golf di siang hari. Padahal, kata Kalla, saat itu bulan puasa.

    Mantan Deputi Gubernur BI itu sempat melunak. Namun, Anwar tetap mewajibkan BI mengganti kerugian negara. Sayangnya, waktu berselang, kerugian tak kunjung dibayar.

    "Saya urus teman itu bayar dulu supaya dicatat sudah dibayar kerugian itu. Tapi ternyata tidak bayar. Pak Anwar tidak mau mengubah laporannya. Kena lah gubernur BI dan sebagainya tersebut, walaupun koleganya. Karena itu saya bilang, ini teguh pendirian. Tidak mau mundur, walaupun kita sudah ajak main golf siang hari, tidak mau juga dia," beber Kalla.

    Kalla mengatakan, Anwar merupakan sosok ekonom yang juga kerap melontarkan kritikan. Terutama melalui tulisan Anwar selama ini.

    "Tulisannya mesti ada kritikan. Agak jarang ada pujian tulisan beliau walaupun ada keberhasilan, tapi tetap ada kritikan. Itu penting. Kalau tidak ada yang mengkritik, tidak ada yang memperbaiki keadaan. Itu kira-kira beliau," ucap bekas Ketua Umum Partai Golkar itu.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id