Daftar 29 Kandidat Vaksin Covid-19, Dari Baru Mulai Hingga Siap Edar

    Fajar Nugraha, Medcom - 19 Agustus 2020 09:47 WIB
    Daftar 29 Kandidat Vaksin Covid-19, Dari Baru Mulai Hingga Siap Edar
    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 29 vaksin covid-19 yang tengah diuji di dunia. Perkembangan vaksin itu tak semuanya berjalan berbarengan. Ada yang masih pada tahap baru mulai atau tahap pertama, hingga ada yang mengklaim siap edar.

    Tim liputan Media Group News (Media Indonesia, Metro TV, dan Medcom.id) mencoba merangkum puluhan vaksin yang siap melawan virus korona tersebut. Tim juga memasukkan calon vaksin yang justru diklaim siap edar seperti yang dilansir the New York Times pada 14 Agustus 2020.

    Daftar kandidat vaksin ini kami bagi menjadi tiga bagian, yakni calon vaksin fase pertama yang terdiri atas 13 kandidat; calon vaksin tahap gabungan (fase 1 dan fase 2) yang terdiri atas 8 kandidat; dan calon vaksin yang sudah menguji klinis tahap ketiga yang terdiri atas 8 kandidat. 

    Kami juga memasukkan satu kandidat vaksin yang diklaim siap diproduksi, yakni vaksin Sputnik V yang kontroversial itu. Berikut daftarnya:

    VAKSIN FASE PERTAMA
     

    1. Inovio

    Perusahaan Amerika Serikat mengembangkan DNA vaksin yang digunakan melalui kulit yang disalurkan melalui alat gelombang listrik. Selain vaksin virus korona, Inovio turut mengembangkan vaksi dalam uji klinis untuk sejumlah penyakit. Pada Juni mereka mengumumkan data sementara dari uji coba fase pertama vaksin covid-19. 

    Setelah menjalani serangkaian uji coba, tidak ditemukan efek samping yang serius. Vaksin juga mengukur tanggapan kekebalan pada 34 dari 36 sukarelawan. Namun, Inovio belum memublikasikan hasil rinci dari studi ini. Upayanya sempat terganggu oleh faktor eksternal seperti beberapa tuntutan hukum dengan pemegang saham dan mitra perusahaan. Mereka berencana untuk memulai uji coba fase dua atau tiga pada akhir musim panas.
     

    2. CureVac

    Pada Maret, Donald Trump gagal mencoba membujuk CureVac untuk memindahkan penelitiannya dari Jerman ke Amerika Serikat. Lanjut pada Juni, CureVac meluncurkan uji coba fase 1 dari vaksin messenger RNA (mRNA)-nya. Perusahaan itu mengatakan fasilitas yang berada di Jerman dapat membuat ratusan juta dosis vaksin setahun. Namun, belum ada informasi lanjutan dari pengembangan vaksin ini.
     

    3. Genexine

    Perusahaan farmasi asal Korea Selatan ini melakukan uji coba vaksin covid-19 berbasis DNA pada Juni. Genexine akan melakukan uji fase dua sekitar Desember 2020.
     

    4. Akademi Medis dan Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok, Abogen, dan Walvax

    Riset gabungan dari Akademi Medis dan Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok, Suzhou Abogen Biosciences and Walvax Biotechnology, mengumumkan akan memulai uji keamanan pertama di Negeri Tirai Bambu untuk vaksin berbasis mRNA. Vaksin yang disebut ARCoV ini didasarkan pada uji coba kepada monyet yang dibuktikan aman.
     

    5. ReiThera dan Institut Penyakit Menular Lazzaro Spallanzani

    Perusahaan bioteknologi Italia ReiThera mengembangkan vaksin covid-19 yang disebut GRAd-COV2. Uji coba didasarkan pada adenovirus yang menginfeksi gorila. ReiThera bekerja sama dengan Institut Penyakit Menular Lazzaro Spallanzani di Roma dan sudah meluncurkan uji coba Fase 1 pada akhir Juli.
     

    6. Merck, Themis, dan Insitut Pasteur

    Merck mengakuisisi perusahaan Austria, Themis Bioscience, pada Juni dan sekarang sedang mengembangkan vaksin covid-19 kedua. Vaksin itu awalnya dikembangkan di Institut Pasteur dan menggunakan virus campak yang telah dilemahkan untuk membawa materi genetik ke dalam sel pasien. Peneliti meluncurkan uji coba fase 1 pada Agustus.
     

    7. Clover Biopharmaceuticals, GSK, dan Dynavax

    Biofarmasi Clover telah mengembangkan vaksin yang mengandung protein dari virus korona. Untuk lebih menstimulasi sistem kekebalan, vaksin diberikan bersama dengan adjuvan yang dibuat oleh produsen obat asal Inggris GSK dan perusahaan Amerika Dynavax. 
    Investasi dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) mendukung pengembangan manufaktur yang dapat menghasilkan produksi ratusan juta dosis setahun.
     

    Halaman Selanjutnya
      8. Vaxine Australia tidak…


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id