Detail Surat Edaran Kemenkes Soal Memasifkan Testing dan Tracing

    Theofilus Ifan Sucipto - 24 Juli 2021 18:52 WIB
    Detail Surat Edaran Kemenkes Soal Memasifkan Testing dan <i>Tracing</i>
    Pelaksanaan swab antigen. Istimewa.



    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran untuk memasifkan testing dan tracing selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Instruksi itu guna mendeteksi dini kasus konfirmasi dan penanganan.

    Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: H.K.02.02/II/1918/2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. SE ditetapkan pada Jumat, 23 Juli 2021.

     



    Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, menyebut daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 diperbolehkan menggunakan hasil tes antigen. Hasil itu sebagai diagnosis pelacakan kontak erat maupun sukses.

    "Juga bisa juga dipakai sebagai data dukung dalam pengajuan klaim covid-19," kata Maxi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Penggunaan hasil tes antigen, kata Maxi, diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas. Sehingga, hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif guna mempercepat tracing.

    Sementara itu, seseorang yang teridentifikasi sebagai kontak erat baik yang bergejala maupun tidak bergejala wajib mengikuti pemeriksaan entry dan exit test. Bila hasil tes antigen di hari pertama hasilnya negatif, dilanjutkan dengan tes PCR pada hari kelima untuk exit test.

    "Bagi daerah yang tidak ada fasilitas lab PCR, pelaksanaan exit test bisa menggunakan antigen," ujar Maxi.

    Baca: 44,1 Juta Orang Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama per Hari Ini

    Kemenkes bakal memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif.

    "Agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat," kata dia.

    Maxi mengatakan seluruh orang yang tinggal serumah dan bekerja di ruangan yang sama dianggap kontak erat. Sehingga, mereka wajib mengikuti pemeriksaan entry test dan dikarantina.

    Pelacakan kontak erat juga menyasar orang-orang yang satu perjalanan, satu kegiatan keagamaan/sosial, dan riwayat makan bersama. Pasien yang terlacak dengan gejala ringan dan tidak bergejala langsung diisolasi ke tempat isolasi terpusat.

    "Sementara pasien gejala sedang dan berat akan dibawa ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Maxi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id