Mendes dan Mensos Tinjau Penyaluran Bantuan di Subang

    Medcom - 05 November 2020 21:30 WIB
    Mendes dan Mensos Tinjau Penyaluran Bantuan di Subang
    Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kedua dari kiri) dan Mensos Juliari P Batubara (kanan) meninjau penyaluran bantuan dampak covid-19 di Subang, Jawa Barat. Foto: Dok/ Istimewa
    Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dan Menteri Sosial, Juliari P Batubara meninjau penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis, 5 November 2020.

    Mereka ingin memastikan bahwa warga terdampak ekonomi akibat pandemi virus korona (covid-19) benar-benar mendapat sentuhan dari jaring pengaman sosial yang ada.

    "Ini satu kolaborasi yang sangat bagus di era kementerian kabinet Indonesia maju di bawah komando Pak Presiden Joko Widodo. Kenapa, ini sebuah orkestrasi dan kolaborasi yang bagus utamanya soal sosial," ujar Abdul Halim Iskandar.

    Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim, mengatakan, Presiden Jokowi memiliki komitmen tinggi dalam memikirkan rakyat terutama masyarakat kalangan bawah. Ia bahkan mengaku sempat kelabakan saat Jokowi meminta dana desa digunakan untuk BLT.

    "Hampir setiap hari saya ditelfon (presiden), ditanya, sudah cair berapa, sudah berapa persen yang cair, dimana saja saya ingin tahu. Ini menunjukkan bahwa komitmen presiden bukan hanya mengambil kebijakan, tapi juga mengawal, apakah betul menterinya bekerja dengan baik," ujar pria yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari UNY itu.

    Terkait BLT Dana Desa, Gus Menteri mengungkapkan, beberapa desa di Indonesia telah kehabisan dana desa sehingga tidak lagi dapat menyalurkan BLT.

    Meski demikian, lanjutnya, kekurangan anggaran tersebut diambil alih oleh Kementerian Sosial untuk menutupi kekurangan anggaran BLT dana desa.

    "Artinya tidak boleh ada warga Indonesia yang tidak tercover oleh seluruh jaring pengaman sosial yang ada," katanya.

    Di samping itu, kata dia, tahun depan pemerintah akan terus mengawal program-program jaringan pengaman sosial. Sebab menurutnya, Presiden Jokowi selalu memiliki prinsip bahwa urusan kemanusiaan adalah hal yang paling diutamakan.

    "Prinsipnya, urusan kemanusiaan bagi Pak Presiden melebihi urusan lain," katanya.

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id