Basarnas Cari Sriwijaya Air SJ-182 via Udara dan Laut

    Candra Yuri Nuralam - 11 Januari 2021 09:25 WIB
    Basarnas Cari Sriwijaya Air SJ-182 via Udara dan Laut
    KRI Rigel-933 melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu, 10 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat
    Jakarta: Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu terus dilakukan. Pencarian pada Senin, 11 Januari 2021 dilakukan via udara dan laut.

    "Jadi hari ini kita menyiapkan beberapa unsur udara kurang lebih sekitar 12 (pesawat) dari kementerian dan lembaga termasuk dari Badan SAR Nasional (Basarnas), kemudian dari perusahaan-perusahaan yang ingin melibatkan diri dalam kegiatan ini," kata Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman dalam Breaking News Metro TV, Senin, 11 Januari 2021.

    Rasman mengatakan pelibatan personel udara melihat situasi. Penggunaan tim pencari udara juga menunggu kebutuhan tim di lapangan terlebih dahulu.

    "Namun demikian mereka (tim pencari dari udara) semua siap," ujar Rasman.

    Baca: Menhub: Potongan Besar Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Segera Diangkat

    Sementara itu, pencarian melalui laut rencananya bakal diperluas. Tim pencari akan menelusuri dasar laut dan pantai sekitar lokasi untuk mencari pecahan pesawat, dan korban.

    Perluasan ini dilakukan untuk mencari pecahan pesawat maupun korban yang terseret arus. Pasalnya, kata Rasman, kondisi cuaca memungkinkan membuat beberapa serpihan terseret jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

    "Untuk diketahui bahwa kegiatan yang kemarin kita akan lebih fokus ke areal yang sempit tapi kemungkinan ini akan meluas, oleh karena itu juga unsur yang terlibat diperbanyak," tutur Rasman.

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
     
    Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id