LBM Eijkman Ungkap Peluang Vaksin Nusantara Disuntik Massal

    Aria Triyudha - 17 April 2021 15:46 WIB
    LBM Eijkman Ungkap Peluang Vaksin Nusantara Disuntik Massal
    Ilustrasi pengembangan vaksin. Shutterstock



    Jakarta: Vaksin Nusantara digagas Terawan Agus Putranto sejak masih menjabat Menteri Kesehatan. Vaksin covid-19 ini dinilai bisa dilakukan secara massal kendati menuai polemik.

    "Bisa dilakukan kepada orang banyak tapi setiap orang harus ada proses sendiri," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Subandrio dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema 'Siapa Suka Vaksin Nusantara' yang disiarkan melalui akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu, 17 April 2021.






    Amin mengatakan Vaksin Nusantara membutuhkan proses tersendiri yang berbeda dengan metode pengembangan lain lantaran berjenis vaksin dendritik. Sel dendritik, kata dia, berasal dari setiap orang yang akan divaksinasi.

    "Apabila sudah dilakukan kepada satu orang, tidak bisa ke yang lain. Prosesnya individual," ujar Amin.

    Baca: Gunakan Sampel Darah Manusia, Begini Tahapan Penelitian Vaksin Nusantara

    Dia mengakui polemik yang menerpa Vaksin Nusantara terkait langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum mengeluarkan izin uji klinik tahap kedua. Namun, langkah BPOM itu dipandang bukan akhir dari pengembangan Vaksin Nusantara.

    "Sepengetahuan saya, Badan POM menyatakan fase kedua bisa diteruskan apabila syarat-syarat yang iminta bisa dipenuhi. Jadi BPOM tidak hentikan penelitian soal Vaksin Nusantara ini," kata Amin.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id