Populer Nasional: Keberuntungan Dapat Vaksin Sinovac Hingga Napoleon Dituntut 3 Tahun

    Githa Farahdina - 16 Februari 2021 06:00 WIB
    Populer Nasional: Keberuntungan Dapat Vaksin Sinovac Hingga Napoleon Dituntut 3 Tahun
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Indonesia beruntung mendapatkan Vaksin Covid-19 Sinovac lebih dulu ketimbang negara lain. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Bangladesh harus menunggu 3,5 tahun demi mendapatkan vaksin dari perusahaan Tiongkok itu. 

    Begitu pula negara-negara lain. “Itu sebabnya kita beruntung sekali bisa dapat aksesnya duluan. Saya baru baca tadi, Australia baru hari ini dikirim vaksinnya. Malaysia lebih ketinggalan lagi,” kata Budi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 15 Februari 2021.

    Baca: 
    Beruntung Dapat Vaksin Sinovac Lebih Dulu, Menkes Kebut Proses Penyuntikan

    Indonesia tak akan menyia-nyiakan keberuntungan itu. Kemenkes menggandeng TNI-Polri demi mempercepat vaksinasi.

    Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggelar vaksinasi massal harus dibarengi strategi percepatan penyuntikan. Sumber daya manusia dari dua lembaga itu sangat dibutuhkan.

    “Jadi perangnya dengan suntikan,” ujar Budi.

    Informasi soal keberuntungan Indonesia menjadi topik terpanas yang dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id hingga Selasa dini hari, 16 Februari 2021. Di sisi lain, berita soal kasus hukum Djoko Tjandra masih menarik perhatian publik.





    Baca: Bantu Djoko Tjandra, Napoleon Dituntut Hukuman Penjara Ringan

    Irjen Napoleon Bonaparte, orang yang membantu menghapus red notice Djoko Tjandra dituntut tiga tahun penjara. Jaksap penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung menilai hukuman buat eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu setimpal dengan perbuatannya.

    “Menuntut dengan pidana penjawa selama tiga tahun dengan perintah agar terdakwa ditahan di rumah tahanan,” ujar JPU pada Kejaksaan Agung Junaedi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 15 Februari.

    Jaksa juga meminta hakim menjatuhkan hukuman denda Rp100 juta kepada Napoleon. Denda wajib diganti dengan penjara enam bulan bila Napoleon tidak sanggup membayar.

    Berita seputar vaksinasi covid-19 dan kasus hukum Djoko Tjandra yang melibatkan Napoleon bakal terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id