comscore

IDI Sebut Terawan Melanggar Kode Etik Sejak 2013

MetroTV - 31 Maret 2022 11:11 WIB
IDI Sebut Terawan Melanggar Kode Etik Sejak 2013
Hotroom di Metro TV membahas seluk beluk pemecatan Terawan dari status keanggotaan IDI. Metro TV
Jakarta: Polemik pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus bergulir. Pemecatan tersebut melarang Terawan untuk melakukan praktik dan memicu pro-kontra di kalangan masyarakat.

Anggota Pengurus Besar (PB) IDI Pandu Riono menjelaskan bahwa pemecatan tersebut tidak dilakukan secara mendadak. Melalui rekam jejaknya, Terawan telah melanggar Kode Etik IDI sejak 2013.
Pada saat itu, IDI menerima laporan bahwa Terawan melakukan pelayanan kesehatan tanpa adanya bukti ilmiah. “Kemudian diminta untuk menyiapkan bukti-bukti dasar ilmiahnya,” ujar Pandu dalam tayangan Hotroom di Metro TV, Rabu, 30 Maret 2022.

Terawan tidak mengindahkan aturan tersebut hingga 2018. Metode intra arterial heparin flushing yang digunakan Terawan dianggap IDI ‘menyesatkan’. Cara kerjanya yakni menyuntikkan heparin dalam pembuluh darah otak untuk mengatasi sumbatan.

Karena tidak ada itikad baik dari Terawan, IDI memutuskan untuk memberhentikan sementara keanggotaan Terawan selama setahun. Ketika itu, IDI berharap agar Terawan fokus pada penelitiannya.

Sempat dimediasi

Keputusan tersebut diputuskan pada Muktamar IDI XXX di Samarinda. Namun, konflik IDI dan Terawan berusaha dimediasi.

“Waktu itu sudah dimediasi oleh TNI dan dimediasi oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek sehingga pemberhentian itu ditunda,” kata Pandu.

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia itu menyebut hasil mediasi untuk Terawan juga memberikan izin untuk praktik menggunakan metode intra arterial heparin flushing. Syaratnya, metode itu dipakai untuk penelitian, bukan pelayanan.

Baca: Pemecatan Dokter Terawan dari IDI Dinilai Bisa Jadi Preseden Buruk

Nila Moeloek mengirimkan surat agar Terawan untuk membuat proposal dengan tujuan bekerja sama dengan Badan Litbangkes. Ia juga meminta agar hasil dari kerja sama tersebut dikirimkan secara berkala. Sayangnya, hasil mediasi tersebut tetap tidak diindahkan.
 

Berujung pemecatan

Sementara itu, Terawan juga pernah dipanggil kembali oleh IDI. Pemanggilan tersebut dimaksudkan agar Terawan melaporkan dari hasil penelitian. Terawan tetap tidak mengindahkan panggilan tersebut.

Mantan Menteri Kesehatan Terawan dipecat IDI
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. MI/Ramdani

Oleh sebab itu, pada Muktamar IDI XXXI di Banda Aceh para pengurus menerima surat agar Terawan diberhentikan secara permanen. Mereka meminta agar permintaan tersebut dikukuhkan.

Terdapat beberapa faktor menurut IDI mengapa Terawan diberhentikan secara permanen. Pertama, tidak ada itikad baik untuk melakukan penelitian. Kedua, Terawan idak pernah datang ketika dipanggil walau sudah dilakukan berkali-kali.

Ketiga, melanggar kode etik dengan mempromosikan beberapa pelayanan yang belum ada bukti ilmiah. Salah satunya, vaksin nusantara. (Hana Nushratu)

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id