comscore

2 Tersangka Indosurya Bebas, Korban Ancam Demo di Mabes dan Kejagung

Achmad Zulfikar Fazli - 25 Juni 2022 21:23 WIB
2 Tersangka Indosurya Bebas, Korban Ancam Demo di Mabes dan Kejagung
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Ribuan korban akan berdemonstrasi di depan Gedung Mabes Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta Selatan pada Selasa, 28 Juni 2022. Unjuk rasa dilakukan buntut pembebasan dua tersangka kasus dugaan investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta.

"Ini yang jadi kekhawatiran kami, makanya kita sekitar 2 ribuan korban ini mau demo, saya sudah dapat informasi itu (bebasnya tersangka)," kata kuasa hukum korban, Alvin Lim, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2022.
Alvin menyebut para korban akan longmarch dari Mabes Polri ke Kejagung. Aksi itu rencana dilakukan mulai pukul 11.00 WIB, Selasa, 28 Juni 2022.

"Pertama ke Mabes dahulu mau cari informasi, karena kan berkas ini masih di Mabes, makanya para korban mau nanya dahulu. Habis itu baru ke Kejagung, jadi di luar kota pada datang naik pesawat dari Surabaya, dari Ujung Pandang," ujar Alvin.

Di samping itu, Alvin mengungkap alasan berkas perkara tersangka selalu dikembalikan Kejagung. Dari petunjuk jaksa penuntut umum (JPU), kata dia, penyidik harus memeriksa seluruh korban.

Dia meyakini hal itu mustahil dilakukan penyidik dalam waktu cepat. Sebab, ada kurang lebih 15.600 korban di seluruh Indonesia.

"Nah ini saya dapat informasi dari Kejagung, jadi mereka seperti punya berkas tuh dianggap tidak lengkap, karena kenapa, karena ada petunjuk jaksa yang mereka tidak penuhi oleh Mabes. Nah ketika saya minta P19 nya, jadi saya dapet dari Kejagung dikasih, nah saya baca petunjuk nomor 90, petunjuknya itu berisi seluruh korban di seluruh Indonesia wajib diperiksa, itu korban ada 15.600, kalau semua korban diperiksa itu enggak bakal selesai tepat waktu," ujarnya.

Padahal, kata dia, sesuai Pasal 185  KUHAP, keterangan saksi hanya dibutuhkan dua orang. Ditambah alat bukti hingga keterangan ahli. Maka itu, dia heran dengan petunjuk JPU.

"Nah, jadi mau memeriksa korban itu jadi keterangan saksi, itu keterangan saksi cukup dua, itu sudah bisa dibilang sudah ada keterangan saksi, untuk apa masukin seluruh korban di Indonesia?" kata dia.
 
Baca Juga: Kompolnas Nilai Bareskrim Profesional Dalam Menangani Kasus KSP Indosurya

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan investasi bodong ini. Mereka ialah Ketua KSP Indosurya, Henry Surya; Manajer Direktur Koperasi, Suwito Ayub (DPO); dan Head Admin, June Indria.

Tersangka Henry dan June disebut telah bebas dari penjara karena masa penahanannya habis. Hal itu dibenarkan Dittipideksus Bareskrim Polri Brigjen Wisnu Hermawan.

"Iya (tersangka bebas), masa tahanannya habis selama 120 hari," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Sabtu, 25 Juni 2022.

Whisnu mengatakan berkas perkara tersangka selalu dikembalikan Kejagung karena belum lengkap. Penyidik kehabisan waktu untuk melengkapi berkas perkara yang tak kunjung dinyatakan lengkap JPU.

Whisnu menduga kendala terdapat pada JPU. Sebab, penyidik belum menerima pengembalian berkas setelah dilengkapi beberapa waktu lalu.

"Berkas perkaranya belum dibalikkan dari jaksa ke Polri. Penyidik Polri tidak ada kendala, mungkin kendalanya ada di jaksa," ujar jenderal bintang satu itu.

Whisnu mengatakan masa penahanan kedua tersangka tak dapat diperpanjang lagi. Pasalnya, telah melebihi batas waktu. Namun, Whisnu memastikan perkara investasi bodong itu terus berlanjut.  

"Dikeluarkannya tersangka dari tahanan demi hukum tidak berarti perkaranya bebas dari jeratan hukum. Penanganan perkaranya tetap masih dilanjutkan sampai selesai atau sampai berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU," tegas Whisnu.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id