comscore

Jokowi Tegur TNI-Polri Yang Tolak IKN di WA Group

MetroTV - 03 Maret 2022 02:01 WIB
Jokowi Tegur TNI-Polri Yang Tolak IKN di WA Group
Presiden Joko Widodo menegur TNI-Polri yang menolak IKN di WA Group. Foto: Dok/Metro TV
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengkritik diskursus pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di lingkaran TNI dan Polri. Presiden juga mengingatkan bahwa pemindahan IKN sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.

Di hadapan pimpinan TNI dan Polri, Presiden Jokowi mengkritisi disiplin dalam jajaran TNI dan Polri yang masih lemah. Salah satu yang cukup disorot adalah masih terdapat perdebatan melalui grup WhatsApp di antara TNI dan Polri terkait pemindahan IKN.
Padahal sebelumnya, Presiden telah menandatangani UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Berdasarkan aturan tersebut, proyek pembangunan otorita IKN saat ini hanya menunggu terbitnya Peraturan Presiden terkait pemilihan kepala otorita IKN.

"WhatsApp group itu gampang dibaca dan disebarkan, jadi hati-hati dengan hal ini. Dimulai dari hal yang kecil seperti berbicara mengenai IKN, sampai tidak setuju terkait IKN. Itu sudah diputuskan lho oleh pemerintah," ujar Presiden Jokowi dalam tayangan Primetime News di Metro TV pada Rabu, 2 Maret 2022.

Menanggapi perdebatan tersebut Jokowi meminta TNI dan Polri agar lebih membenahkan diri terkait kedisiplinan dalam kesatuan. Dirinya mengingatkan bahwa disiplin yang dimiliki TNI dan Polri sangat berbeda dengan masyarakat sipil.

Setelah mendengar teguran dari Presiden Jokowi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan bahwa TNI AD selalu mendukung penuh program pemerintah terkait pemindahan IKN.

"Masalah disiplin di WhatsApp grup, nanti akan saya sampaikan ke komandan satuan di sini agar mendukung pemerintah dan jangan ada yang bicara aneh-aneh," ujar Dudung Abdurachman.

Memiliki suara yang sama dengan Kasad, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan akan segera mengevaluasi internal agar seluruh anggotanya tegak lurus dengan program pemerintah.

"Hal ini merupakan evaluasi kami sebagai TNI," ujar Yudo.

Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan, hingga saat ini Polri terus mengawal setiap program pembangunan pemerintah. Kapolri memastikan jika kedisiplinan keluarga besar Polri terjaga dalam garis komando.

"Program jangka menengah atau panjang tentu harus kita kawal. Polri juga berkomitmen untuk menjaga sinergitas dan soliditas TNI Polri karena ini adalah salah satu modal utama untuk keberhasilan pengawalan setiap kebijakan dan program pemerintah," ujar Listyo Sigit Prabowo. (Leres Anbara)

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id