comscore

Mengenal Siti Latifah Herawati Diah, Sosok di Google Doodle Hari Ini

Sri Yanti Nainggolan - 03 April 2022 14:09 WIB
Mengenal Siti Latifah Herawati Diah, Sosok di Google Doodle Hari Ini
Jurnalis wanita terkemuka Indonesia, Siti Latifah Herawati Diah. Foto: Google
Jakarta: Google doodle hari ini, 3 April 2022, adalah Siti Latifah Herawati Diah. Beliau adalah seorang jurnalis Indonesia sekaligus pendiri koran berbahasa Inggris pertama, The Indonesia Observer. 

Siti Latifah Herawati Diah lahir pada 3 April 1917 dan meninggal pada 30 September 2016 di usia 99 tahun. Ia adalah istri mantan Menteri Penerangan Burhanuddin Mohammad “BM” Diah. 
"Karya Doodle hari ini merayakan warisan Herawati dan jalan yang dia buka untuk perempuan di Indonesia," demikan menurut Google.
 

Profil Siti Latifah Herawati Diah

Dilansir dari Antara, wanita yang akrab disapa Herawati itu mengenyam pendidikan dan belajar jurnalisme di Barnard College di New York. Siti Latifah Herawati adalah wanita pribumi pertama lulusan universitas Amerika Serikat pada 1939.
 
Sebelum pergi ke AS, Siti Latifah Herawati terlebih dahulu menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta dan American High School di Tokyo, Jepang.  Setelah lulus dari AS, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1942 dan menjadi reporter untuk newswire United Press International (UPI).

Siti Latifah Herawati Diah/ANT/Oscar Motuloh
Siti Latifah Herawati Diah/ANT/Oscar Motuloh
 
Siti Latifah Herawati Diah menikah dengan sesama jurnalis BM Diah. Suaminya mendirikan Harian Merdeka pada 1945 dan Herawati turut terlibat dalam pengembangan harian tersebut. BM Diah kemudian menjadi Menteri Penerangan pada tahun 1968. 
 

Peran Siti Latifah Herawati Diah

Pada tahun 1955, Siti Latifah Herawati Diah dan suaminya koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia, mendirikan The Indonesian Observer. Koran itu diterbitkan dan dibagikan pertama kali dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. The Indonesian Observer bertahan hingga tahun 2001, sedangkan koran Merdeka berganti tangan pada akhir tahun 1999.

Siti Latifah Herawati Diah juga memimpin upaya untuk mendeklarasikan Kompleks Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Selain itu, ia menjadi advokat yang kuat untuk hak-hak perempuan.

Siti Latifah Herawati Diah mendirikan beberapa organisasi perempuan, termasuk Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan, yang memobilisasi perempuan Indonesia untuk memilih. 

(SYN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id