MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Din Syamsuddin Kecam Serangan Bom di Sri Lanka

    Fachri Audhia Hafiez - 22 April 2019 06:46 WIB
    Din Syamsuddin Kecam Serangan Bom di Sri Lanka
    President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) Din Syamsuddin. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.
    Jakarta: President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) Din Syamsuddin mengecam keras aksi serangan bom di Sri Lanka. Serangan itu dinilai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

    "Tindakan tersebut adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang hanya dilakukan oleh orang yang tidak berperiketuhanan dan berperikemanusiaan," kata Din dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu, 21 April 2019.
    Secara khusus kepada umat Kristiani, Din menyampaikan belasungkawa serta bersimpati yang sedalam-dalamnya untuk korban meninggal dan luka. Ia bilang, peledakan bom di tengah umat yang merayakan hari raya keagamaan, berdimensi memecah belah antarumat beragama.

    "Maka diserukan kepada semua umat beragama agar tidak terpecah belah dan mau di adu domba," tegas Din.

    Din menyatakan agar aparat keamanan dan penegak hukum di Sri Lanka segera melakukan investigasi untuk menjerat pelaku dengan hukuman yang setimpal. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga menyerukan kepada umat beragama di Indonesia untuk menahan diri agar tidak terjebak upaya provokasi dari peristiwa yang merenggut ratusan nyawa itu.

    "Jangan terjebak kepada upaya provokasi yang ingin mengganggu kerukunan antarumat beragama dan kerukunan bangsa," ungkap Din.

    Sebanyak enam ledakan terjadi di Sri Lanka. Peristiwa terjadi saat peringatan Hari Raya Paskah 2019.

    Ledakan tercatat terjadi di gereja St Antony's Shrine, St Sebastian's Church, dan gereja kota Batticaloa. Tiga hotel di Ibu Kota Sri Lanka turut diguncang bom di waktu yang hampir bersamaan.

    Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan. Namun berdasarkan data intelijen Sri Lanka, ledakan kemungkinan dilakukan NTJ, grup ekstremis yang dikait-kaitkan dengan perusakan sejumlah patung Buddha tahun lalu.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id