Pembatasan Pembelian Bahan Pokok Redam Panic Buying

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Maret 2020 16:24 WIB
    Pembatasan Pembelian Bahan Pokok Redam <i>Panic Buying</i>
    Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang/Medcom.id/Kautsar.
    Jakarta: Asosiasi pedagang ritel dan pedagang pasar, meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri membatasi penjualan bahan pokok. Pembatasan dianggap efektif meredam panic buying.

    "Mereka (asosiasi) merasakan ada pembelian dari beberapa komoditi yang melonjak, tidak seperti biasanya," ujar Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang di Gudang SRG PT Food Station Tjipinang, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2020. 

    Pembatasan penjualan bahan pokok dianggap sangat tepat. Sebab, jika diteruskan, akan berdampak buruk pada distribusi.

    Baca: Pembatasan Penjualan Bahan Pokok Bersifat Situasional

    "Misalnya (pembeli) sudah  antre 30 orang, ternyata antrean ke 15, barang habis karena ada pembelian yang banyak dan para pedagang tidak bisa menyiapakan secara cepat," kata Daniel. 

    Pembatasan Pembelian Bahan Pokok Redam <i>Panic Buying</i>
    Ilustrasi/Media Indonesia.

    Pihaknya mengapresiasi dan melaksanakan permintaan itu. Sebab barang bisa terus tersedia dan harga tetap stabil.

    Menurut Daniel, saat ini pembelian bahan pangan tetap dapat dilakukan di ritel.  Namun tidak dibolehkan membeli dalam jumlah banyak alias memborong.

    "Toh semua stok cukup, ngapain kita harus panik," kata Daniel.

    Surat Edaran Nomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim, tertanggal 16 Maret 2020, mengatur pengawasan ketersediaan dan meminta pembatasan penjualan beberapa bahan pokok. Misalnya, beras maksimal sepuluh kilogram, gula dua kg, minyak goreng maksimal empat liter, dan mi instan hanya dua dus.

    Pembatasan dilakukan supaya harga bahan pokok tak melonjak akibat panic buying. Merujuk teori ekonomi, harga melambung seiring tingginya permintaan.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id