Kemenkes Sebut Gugus Tugas DBD Belum Diperlukan

    Kautsar Widya Prabowo - 20 Maret 2020 07:55 WIB
    Kemenkes Sebut Gugus Tugas DBD Belum Diperlukan
    Ilustrasi. Medcom.
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pembentukan gugus tugas menyikapi kasus demam berdarah dengue (DBD) belum diperlukan. Penanganan kasus ini dinilai cukup dibebankan kepada pemerintah daerah (pemda) masing-masing.

    "Kita sudah tahu penanganannya, dan tanggung jawab pemda sebagai yang punya wilayah harus komitmen," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kepada Medcom.id, Kamis, 19 Maret 2020.

    Nadia mengatakan penyebaran DBD terbanyak masih terjadi di Jawa Barat dengan 4.102 kasus. Salah satu musababnya, kata dia, faktor kebersihan lingkungan yang masih kurang.

    "Jadi nyamuk dan dan lingkungan ini harus dikendalikan dan dibersihkan," ujarnya.

    Baca: Pengendalian Sarang Nyamuk DBD Disebut Belum Maksimal

    Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat guna pengumpulan data sekaligus dalam rangka meminimalisasi kasus DBD. Kementerian Dalam Negeri juga ikut mendorong pemerintah daerah mengaktifkan kelompok kerja operasional pemberantasan DBD.

    Jumlah penyebaran DBD di Indonesia mencapai angka 29.050 kasus hingga Kamis, 19 Maret 2020. Selain di Jawa Barat, sebaran kasus DBD juga ada di NTT dengan 3.407 kasus. Jumlah kasus DBD di NTT ini menurun dari sebelumnya yang berjumlah 3.511 kasus.

    Provinsi yang jumlah penyebaran DBD bertambah yakni Lampung, dari 3.066 menjadi 3.126 kasus. Jawa Timur juga terjadi penurunan kasus DBD dari 2.571, menjadi 2.643 kasus. Daerah lain yang kasus DBD menurun yakni Sumatra Selatan, dari 1.230 menjadi 1.292 kasus.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id