Penataan Pelabuhan Batuampar Dinilai Meningkatkan Daya Saing

    Medcom - 02 Februari 2020 17:03 WIB
    Penataan Pelabuhan Batuampar Dinilai Meningkatkan Daya Saing
    Ilustrasi: Kapal Pandu bersandar di Pelabuhan Batuampar, Batam. Foto: Istimewa
    Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo (Persero) berencana mengembangkan dan menata kembali Pelabuhan Batuampar, Batam. Semua pihak diminta mendukung upaya ini karena dapat meningkatkan daya saing layanan kepelabuhan. 

    "Pengembangan Pelabuhan Batuampar jangan dilihat sebagai niat menyingkirkan pelaku logistik lokal. Rencana pengembangan pelabuhan oleh Pelindo harus dilihat sebagai untuk peluang berkolaborasi yang luas dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kepalabuhanan," kata Sekretaris Perusahaan Pelindo I, M. Eriansyah Boy, di Jakarta, Minggu, 2 Februari 2020

    Berbagai asosiasi pengusaha kepelabuhanan antara lain Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, Internasional Nation Shipowner Association (INSA), serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam mendatangi Komisi III DPRD Kota Batam, Kamis, 30 Januari 2020. Mereka menolak rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan perombakan dan pengelolaan Pelabuhan Batuampar ke PT Pelindo II. 

    Eriansyah mengatakan penolakan asosiasi pengusaha pelabuhan terhadap Pelindo II dan ancaman untuk menghentikan kegiatan operasional tidak lebih dari sebuah tindakan yang memikirkan kepentingan sendiri. Dia menepis Pelindo telah menyingkirkan keterlibatan asosiasi pengusaha pelabuhan lokal.

    “Pemerintah pasti tidak berniat menyingkirkan. Justru nanti mereka akan diajak kerja bareng,” ungkap Eriansyah.

    Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisyam mengatakan semua pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha logistik di Batam harus menghilangkan sikap ego sektoral. Semua harus melihat kepentingan dari sisi skala yang lebih luas, yakni bangsa dan negara.

    Ridwan menjelaskan penataan pelabuhan dilakukan lintas sektoral, seperti Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurut dia, semua pihak perlu bersikap bijaksana agar perbedaan pendapat bisa diselesaikan tanpa mengorbankan kepentingan satu sama lain. 

    “Kuncinya, jangan saling ngotot atau ngeyel. Ibaratnya, kalau kita ingin menangkap ikan, jangan sampai airnya keruh,” kata politikus Partai Golkar ini.

    Ridwan menilai penataan Pelabuhan Batuampar akan menghasilkan benefit bagi perekonomian negara. Lokasi berbatasan dengan Singapura, Batuampar akan memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Sehingga, semua pihak harus duduk bersama mencari win-win solution dari penataan Pelabuhan Batuampar.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id