Antrean Penumpang di Bandara Soetta Bukti Pemerintah Tak Serius

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 Mei 2020 15:53 WIB
    Antrean Penumpang di Bandara Soetta Bukti Pemerintah Tak Serius
    Antrean penumpang pesawat menumpuk di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang/Dok.Istimewa.
    Jakarta: Pemerintah diminta serius memperketat pengawasan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama pandemi virus korona (covid-19). Penumpukan penumpang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bukti kurangnya keseriusan pemerintah.

    “(Pemerintah harus) ambil tindakan tegas dan kembali bahwa pembatasan transportasi hanya untuk kepentingan darurat,” kata pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Jumat 15 Mei 2020.

    Tigor menyayangkan peristiwa penumpukan di Terminal 2 Bandara Soetta. Padahal, pemerintah telah mengumumkan aktivitas bepergian hanya untuk kepentingan mendesak, logistik, dan petugas pemerintah.

    “Kalau dibuka peluangnya, seperti ini jadinya. Berpotensi menularkan covid-19 secara bebas tanpa kontrol,” ujarnya.

    Tigor mendorong pemerintah memastikan kelonggaran transpotasi diawasi ketat. Hal itu untuk mendukung percepatan penanganan virus korona di Indonesia.

    Baca: Legislator Desak Pemerintah Hentikan Relaksasi PSBB di Bandara

    Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, mengakui telah terjadi antrean calon penumpang pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Antrean terjadi lantaran banyak calon penumpang menunggu giliran mengumpulkan syarat bepergian.
     
    "Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00-08.00 WIB. Di antara waktu tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan dua penerbangan Citilink," ujarnya, Kamis, 14 Mei 2020.
     
    Febri mengungkapkan para calon penumpang tersebut hendak melakukan verifikasi dokumen sebagai syarat bisa melakukan penerbangan. Verifikasi dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di posko pemeriksaan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, memastikan investigasi terhadap antrean calon penumpang pesawat ini. Penyelidikan didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Virus Disease 2019 (Covid-19).
     
    "Kami tindak lanjuti dengan memerintahkan inspektur penerbangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap hal tersebut," ujar dia.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id