Akar Masalah Karhutla Versi Greenpeace

    Marcheilla Ariesta - 21 September 2019 13:33 WIB
    Akar Masalah Karhutla Versi Greenpeace
    Juru Kampanye Greenpeace Rio Rompas. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Juru Kampanye Greenpeace Rio Rompas mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi momok akhir-akhir ini bermula dari 1997. Saat itu, pemerintah membuka lahan gambut 1 juta hektare di Kalimantan Tengah.

    "Sudah tahu gambutnya itu basah, kemudian dikeringkan," kata Rio dalam diskusi Populi Center di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 September 2019.

    Menurut dia, perubahan lingkungan gambut yang awalnya basah menjadi kering menjadi petaka. Kebakaran hutan menjadi fenomena tahunan. "Dari situ setiap tahun kebakaran hutan dan lahan sejak 2003 terjadi. Paling parah pada 2015."

    Dia menilai pemerintah harus fokus dalam membenahi ekosistem gambut. Negara, kata dia, tak boleh membiarkan akar masalah karhutla ini tak tertangani dengan maksimal. 

    Rio menceritakan rakyat yang terpapar asap kebakaran hutan dan lahan sangat tersiksa. Bahkan, pria yang bermukim di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini sampai mengungsikan keluarganya.

    Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani telah menyegel lahan 52 perusahaan. KLHK dan Polri juga menetapkan lima dari 52 perusahaan itu sebagai tersangka.

    Kelima perusahaan itu adalah PT SKM, PT ABP, dan PT AER di Kaimantan Barat; PT KS dan PT IFP di Kalimantan Tengah. Tak menutup kemungkinan perusahaan tersangka karhutla dan lahan yang disegel akan bertambah.

    Karhutla tersebar di tujuh provinsi: Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Total titik panas mencapai 4.012 per Sabtu, 14 September 2019.

    Total lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2019 seluas 328 ribu hektare. Sebanyak 27 persen dari lahan yang terbakar berupa lahan gambut, sedangkan sisanya lahan mineral.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id