comscore

Peneliti: Varian Delta Plus Belum Ditemukan di Indonesia

Faustinus Nua - 11 November 2021 18:55 WIB
Peneliti: Varian Delta Plus Belum Ditemukan di Indonesia
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan subvarian covid-19 varian Delta AY.4.2 atau yang dikenal sebagai varian Delta Plus belum ditemukan di Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil penelitian whole genome sequencing (WGS) virus SARS-COV-2 di Tanah Air.

"Lebih dari 8.500 WGS (yang diteliti) belum ditemukan (varian Delta Plus)," ujar Amin dilansir dari Media Indonesia, Kamis, 11 November 2021.
Varian Delta Plus telah terkonfirmasi ditemukan di Malaysia. Setidaknya ada dua kasus di Negeri Jiran dan merupakan kasus impor dari pelajar yang pulang dari Inggris.

Sebagai langkah antisipasi, Amin meminta pemerintah memperketat pintu masuk ke Tanah Air. Masyarakat pun harus mematuhi protokol kesehatan (prokes), di samping upaya akselerasi vaksinasi yang terus gencar dilakukan.

Baca: Varian Delta Plus AY.4.2 Ditemukan di Malaysia, RI Perketat Pintu Masuk

"Konsisten melakukan skrining di semua pintu masuk internasional, sambil tetap melaksanakan prokes dan menggiatkan vaksinasi," imbuhnya.

Adapun, subvarian virus korona merupakan hasil mutasi dari varian Delta yang semula merebak di Inggris. Varian Delta masuk dalam daftar variant of concern pada Mei 2021. Namun, pada Juli 2021, ditemukan subvarian Delta AY.4.2 atau Delta Plus dan jumlah infeksinya semakin mendominasi mengalahkan jumlah infeksi yang disebabkan varian Delta.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id