Ancol

    Ancol Manfaatkan Kerang Hijau untuk Lestarikan Air Laut Teluk Jakarta

    Gervin Nathaniel Purba - 08 Oktober 2018 15:09 WIB
    Ancol Manfaatkan Kerang Hijau untuk Lestarikan Air Laut Teluk Jakarta
    Tim Konservasi Ancol menjalankan program jangka panjang Asian Green Mussel Reef Restoration. Program ini bertujuan mengembalikan kualitas air laut Teluk Jakarta (Foto:Dok)
    Jakarta: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memanfaatkan green mussel atau kerang hijau untuk melestarikan air laut di Teluk Jakarta. Kerang hijau bermanfaat sebagai penyaring alami.

    Upaya tersebut dilakukan oleh Tim Konservasi Ancol dalam menjalankan sebuah program jangka panjang yang diberi nama Asian Green Mussel Reef Restoration. Program ini bertujuan untuk mengembalikan kualitas air laut.

    Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan kualitas air laut pada Teluk Jakarta sudah sangat menurun akibat pencemaran sungai limbah rumah tangga dan industri. Jika dibiarkan, hal ini akan memicu ledakan plankton, atau yang lebih parah lagi menyebabkan terjadinya Red Tide yang diikuti penurunan oksigen secara tiba-tiba.

    "Pantai Ancol yang berada di Teluk Jakarta, sedikit banyak terpengaruh oleh hal tersebut. Ancol sebagai wilayah pesisir, merupakan habitat alami dari beberapa jenis biota laut, seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, ubur-ubur, baronang, kerapu, ganggang laut, dan berbagai jenis lainnya. Keberadaan biota ini kurang optimal karena kualitas air laut yang kurang baik," ujar Rika.

    Ancol memanfaatkan kerang hijau untuk membersihkan air laut. Penelitian dari The University of Waikato pada 2013 menyebutkan, seekor kerang hijau dewasa dapat membersihkan atau memfilter air sebanyak dua sampai tiga liter per jam. 

    Hal ini telah dibuktikan dengan percobaan yang dilakukan oleh Tim Konservasi Ancol. Kerang hijau sebanyak lima kilogram dapat membersihkan 50 liter air laut dalam waktu satu jam. 

    Ancol Manfaatkan Kerang Hijau untuk Lestarikan Air Laut Teluk Jakarta 

    Tahap awal pelaksanaan program ini adalah dengan menanam bibit kerang hijau di beberapa titik wilayah pantai Ancol. Masing-masing kelompok bibit diberi tanda berupa balon berwarna merah yang disebut Marker Buoy. 

    Kemudian evaluasi dan monitoring rutin dilakukan setiap bulan secara bergantian. Hal ini untuk mengetahui titik mana saja yang dapat ditumbuhi oleh kerang hijau dengan baik. 

    Tahap selanjutnya adalah dengan menanam bibit kerang hijau lebih banyak lagi pada lokasi yang memang terbukti cocok, sehingga populasi kerang hijau dapat tumbuh dengan subur. Meningkatnya populasi kerang hijau diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam memfilter air laut. "Setidaknya dapat menahan laju penurunan kualitas air laut," kata Rika.

    Diakui Rika, program ini belum akan terlihat hasilnya dalam dua atau tiga tahun ke depan. Butuh waktu hingga 20 hingga 30 tahun. Namun upaya kecil ini merupakan langkah nyata kepedulian Ancol terhadap pelestarian keberlangsungan ekosistem pesisir di Teluk Jakarta.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id