Investigasi Lion Air PK-LQP Ditargetkan Rampung Agustus 2019

    15 Januari 2019 09:47 WIB
    Investigasi Lion Air PK-LQP Ditargetkan Rampung Agustus 2019
    Cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, ditemukan. (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)
    Jakarta: Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menargetkan proses investigasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang rampung Agustus 2019. Target tersebut sesuai permintaan Presiden Joko Widodo yang menghendaki laporan investigasi bisa dilakukan kurang dari satu tahun pasca-kecelakaan.

    "Sesuai waktu yang diminta Presiden Jokowi, secepatnya. Mungkin tidak sampai satu tahun bisa kita rilis laporan akhirnya. Kita harapkan sekitar Agustus (2019)," ujar Kepala KNKT Soerianto Tjahjono melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime Metro TV, Selasa, 15 Januari 2019.

    Soerianto mengatakan usai penemuan cockpit voice recorder (CVR) pihaknya mulai melakukan proses pengunduhan data berdasarkan memori yang tertanam di dalam CVR. Proses akan dimulai dengan melepaskan memori dari kotak pelindung CVR untuk kemudian dibersihkan dan dikeringkan. 

    "Setelah itu memori chip akan kita pasang (lagi) di CVR yang masuh utuh, masih bagus, baru kemudian dilakukan proses pengunduhan," kata dia.

    Khusus proses pengunduhan data, Soerianto menyebut tim investigasi memerlukan waktu sekitar tiga hingga lima hari. Tak termasuk tahapan pelepasan, pembersihan, dan pengeringan.

    Setelahnya data yang sudah diunduh memulai proses transkrip untuk mengetahui riwayat percakapan kokpit termasuk suara-suara peringatan yang berbunyi sesaat sebelum kecelakaan. Ia menjamin kendati CVR sempat tertimbun lumpur setebal 20 sentimeter sebelum ditemukan hal itu tak akan mengganggu proses penyelidikan.

    "Black box yang salah satu bagiannya itu CVR bisa terendam air sampai kedalaman 6.000 meter. Walaupun terendam lumpur dan hampir tiga bulan berada di dasar air itu tidak masalah," ungkapnya.

    Soerianto menambahkan dalam proses investigasi, KNKT juga akan melibatkan National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat termasuk perusahaan Boeing dan subkontraktor yang menyuplai peralatan untuk pesawat tersebut. Melalui CVR pihaknya akan mengetahui masalah apa yang dihadapi hingga menyebabkan kecelakaan fatal.

    "Karena penyebab kecelakaan itu multifaktor semua hal termasuk hasil wawancara, diskusi dengan Boeing, dan analisis data yang sudah dilakukan akan disampaikan secara gamblang dan transparan dalam laporan akhir. Semua unsur yang menyebabkan kecelakaan akan kita ungkapkan," jelasnya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id