Akta Kematian 3 Korban SJ-182 yang Belum Teridentifikasi Tetap Terbit

    Zaenal Arifin - 03 Maret 2021 06:10 WIB
    Akta Kematian 3 Korban SJ-182 yang Belum Teridentifikasi Tetap Terbit
    Konferensi pers terkait jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air. Medcom.id/Zaenal Arifin.



    Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, memastikan pihak keluarga tiga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang belum teridentifikasi tetap mendapat akta kematian. Hal ini dilakukan agar ketiganya tidak dianggap sebagai orang hilang.

    "Nanti kita buatkan keterangan bahwa kami telah melakukan proses identifikasi. Kita buat resume hasil (operasi DVI), nanti kita serahkan kepada Sriwijaya Air," kata Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko di RS Polri Kramat Jati, Selasa, 2 Maret 2021.






    Hery menyebut pihaknya tidak bisa mengeluarkan surat kematian karena jenazah korban belum teridentifikasi secara ilmiah. Namun, aturan memungkinkan dokumen kematian diterbitkan lembaga berwenang walau korban belum teridentifikasi.

    "Dia ditetapkan secara UU sebagai korban oleh Dukcapil, ada undang-undangnya. Perpres itu ada, jadi dari Kemendagri yang mengeluarkan akta kematian," ujarnya.

    Baca: Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Dihentikan

    Resume identifikasi nantinya disampaikan Sriwijaya Air ke Dinas Kependudukan dan Direktorat Jenderal Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri yang berwenang membuat akta kematian. Proses ini sama dengan pembuatan akta kematian korban Sriwijaya Air SJ-182 yang sudah teridentifikasi.

    Akta kematian ini dapat digunakan pihak keluarga korban untuk mengurus segala proses administrasi yang diperlukan. Termasuk klaim asuransi.

    Tim DVI secara resmi menghentikan operasi identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, terhitung hari ini, Selasa, 2 Maret 2021. Ada tiga korban yang belum berhasil diidentifikasi dari jasad yang ditemukan.

    Ketiga korban itu ialah Panca Widia Nursanti, 46, Dania, 2, dan Arkana Nadhif Wahyudi, 7 bulan. Sebelum operasi DVI dihentikan, pemerintah lebih dulu menghentikan Operasi SAR di Kepulauan Seribu, lokasi jatuhnya pesawat, pada 22 Januari 2021.

    Hery menyebut setelah operasi SAR dihentikan pihaknya tetap berupaya melakukan identifikasi, hasilnya sebanyak 59 korban sudah teridentifikasi. "Untuk jenazah korban yang sudah teridentifikasi semua sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tutur Hery.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id