Serba-serbi Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan dan India, Lebih Menular

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 04 Mei 2021 21:29 WIB
    Serba-serbi Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan dan India, Lebih Menular
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dua mutasi virus covid-19 dari India telah ditemukan di Indonesia. Kasus mutasi virus itu ada di DKI Jakarta.
     
    "Tadi juga sudah dilaporkan ke Bapak Presiden (Joko Widodo), ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India," kata Budi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 3 Mei 2021.
     
    Sedangkan virus covid-19 dari Afrika Selatan ada satu kasus yang ditemukan di Bali. "Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, ada juga mutasi dari India dan Afrika Selatan," ucapnya.

    Lalu apa yang harus diketahui dari varian mutasi covid-19 anyar tersebut? Melansir Instagram dokter Adam Prabata, berikut serba-serbinya varian baru covid-19 yang berasal dari Afrika Selatan dan India.

    Lebih menular

    Varian dari Afrika Selatan (B.1.351) terbukti terbukti meningkatkan penularan covid-19 kurang lebih 50 persen. Sedangkan varian dari India (B.1.617) diduga meningkatkan penularan covid-19 dan menyebabkan kenaikan kasus drastis di India.







    Menkes Budi Gunadi juga mengatakan mutasi ini masuk kategori variant of concern atau mutasi yang memang sangat diperhatikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebab, penularan virus relatif lebih tinggi dari mutasi sebelumnya.
     
    "Mumpung masih sedikit tugas kita segera melakukan isolasi untuk yang terkena, disiplin melakukan testing, tracing, dan yang paling penting sekali lagi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak," jelas Budi.

    Seberapa bahaya

    Varian Afrikas Selatan diduga meningkatkan derajat keparahan terinfeksi. Lalu varian India
    belum ada bukti meningkatkan derajat keparahan bila terinfeksi

    Dalam unggahannya Adam Prabata juga menjelaskan kenapa varian ini perlu dikhawatirkan.

    Varian Afrikas Selatan mutasi E484K (EEK) yang dapat menurunkan kemampuan antibodi untuk menetralisir virus. Terbukti menurunkan efektivitas terapi antibodi monoklonal dan menurukan efektivitas beberapa vaksin covid-19.

    Selain itu, berpotensi menyebabkan reinfeksi. Sementara varian India memiliki dua kombinasi mutasi yang sebelumnya belum pernah ditemukan di varian lain, sehingga berpotensi lebih menular dan menurunkan antibodi.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id