622 Ribu Kendaraan Diprediksi Keluar Jakarta Saat Libur Panjang

    Insi Nantika Jelita - 24 Oktober 2020 02:29 WIB
    622 Ribu Kendaraan Diprediksi Keluar Jakarta Saat Libur Panjang
    Ilustrasi mudik. Dokumentasi Media Indonesia
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi 622.039 kendaraan keluar dari Jakarta saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober. Arus pergerakan warga bakal dimulai sejak Selasa, 27 Oktober 2020, usai jam pulang kantor.

    "Ini yang sedang kita antisipasi. Banyak yang warga yang melakukan perjalanan keluarga atau piknik. Bahkan, waktu keberangkatan dan pulang bisa bersamaan," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi dalam webinar, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Dia menjelaskan distribusi lalu lintas mudik ke arah Barat dari Jakarta diperkirakan mencapai 28,3 pesen. Lalu, sebanyak 23,5 persen ke arah selatan atau lokal, dan 48,17 persen ke arah timur.

    Kemenhub akan berkoordinasi dengan Korps Lalu Lintas dan Polri untuk mengawasi pergerakan arus lalu lintas, khususnya di ruas tol. Menurut Budi, ruas tersebut menjadi titik rawan arus pergerakan warga.

    "Kami prediksi pergerakan orang di jalan tol sebesar 21 persen. Di ruas ini banyak penumpukan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Di Pantura, misalnya," jelas Budi.

    Baca: Menhub Prediksi Tiga Titik Alami Kepadatan Saat Libur Panjang

    Kemenhub mengeluarkan kebijakan pembatasan operasional yang berlaku untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Oktober-2 November 2020.

    "Kami akan melakukan pembatasan operasional angkutan barang pada Tol Jakarta-Cikampek-Palimanan (Cipali)" tutur Budi.

    Adapun angkutan barang yang dikenakan pembatasan operasional ialah mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan. Mobil barang untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, serta bahan bangunan.

    "Pembatasan ini tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya," ungkap Dirjen Budi

    Adapun pembatasan operasional angkutan barang berupa pengalihan arus lalu lintas dari jalan tol menuju jalan arteri dilakukan dengan ketentuan, mobil barang dari arah barat ke timur akan mulai dilakukan pemeriksaan untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Cikarang Barat dan masuk kembali di Gerbang Tol Palimanan sekitar pukul 12.00 WIB pada 27 Oktober 2020, dan pukul 14.00 WIB pada 28 Oktober 2020.

    Pada arus balik, mobil barang dari arah timur ke barat akan mulai dilakukan pemeriksaan untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Palimanan IV dan masuk kembali di Gerbang Tol Cikarang Barat. Ini dilakukan pukul 20.00 WIB pada 31 Oktober 2020, dan pukul 08.00 WIB pada 2 November 2020.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id