Satgas: Jangan Abai Peta Zonasi Risiko Covid-19

    Ferdian Ananda - 05 Juni 2021 09:24 WIB
    Satgas: Jangan Abai Peta Zonasi Risiko Covid-19
    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BNPB



    Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut perkembangan peta zonasi risiko harus diwaspadai. Sebab, semakin banyak kabupaten/kota di Indonesia yang berisiko tinggi penularan covid-19.

    "Ini adalah perkembangan yang tidak diharapkan," kata juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito lewat keterangan tertulis, Sabtu, 5 Juni 2021.

     



    Jumlah zona merah (risiko tinggi) naik dari 10 menjadi 13 dan zona oranye (risiko sedang) naik dari 302 menjadi 322. Sementar itu, zona kuning (risiko rendah) turun dari 194 menjadi 171 kabupaten/kota. Sebanyak 7 kabupaten/kota berstatus zona hijau dan 1 kabupaten/kota nihil kasus baru.

    Mobilisasi warga dari dan ke zonasi berisiko menyebabkan penyebaran covid-19 tinggi. Sebanyak 9 kabupaten/kota, didominasi wilayah Sumatra, berubah status karena warga abai. Wilayah tersebut ialah Bengkulu Utara, Kota Solok, Pasaman Barat, Solok, Kota Prabumulih, Dairi, Kota Batam, Melawi, dan Kudus.

    Baca: Persentase Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Mencapai 21,48%

    Wiku meminta memburuknya status zonasi di Kudus dalam tiga pekan sebagai pembelajaran. Berubahnya wilayah tersebut menjadi zona merah menandakan penanganan covid-19 butuh segera diperbaiki.

    Pemerintah daerah hingga ke tingkat kabupaten/kota didesak meningkatkan kesiagaan. Seperti Kudus, 322 kabupaten/kota yang berada di zona oranye berpotensi menjadi zona merah jika penanganan covid-19 tak dilakukan lebih serius.

    "Ingat, zonasi risiko ini bukan sekedar zonasi yang bisa diabaikan dan dianggap enteng. Kepala daerah harus memantau perkembangan kabupaten/kota di daerahnya masing-masing," tegas Wiku.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id