comscore

Pentingnya Mengasah Kemampuan Public Speaking di Era Sekarang

Fachri Audhia Hafiez - 27 November 2021 15:56 WIB
Pentingnya Mengasah Kemampuan <i>Public Speaking</i> di Era Sekarang
Diskusi publik Media Academy bersama Swiss German University bertajuk 'Public Speaking as Professional Qualification for Future Leaders'. YouTube: Media Academy
Jakarta: Public speaking atau berbicara di depan orang banyak menjadi suatu kebutuhan yang tak bisa dilepaskan di era sekarang. Mayoritas profesi yang ada menuntut kemampuan berbicara di hadapan publik.

Media Academy bersama Swiss German University memberikan tips kepada khalayak agar lebih jago berbicara di depan umum. Melalui diskusi umum bertajuk 'Public Speaking as Professional Qualification for Future Leaders', publik memperoleh ilmu sekaligus mengasah kemampuan public speaking.
Vice Rector for Academic Affairs Swiss German University, Irvan S Kartawiria, tak memungkiri pentingnya memiliki kemapuan public speaking. Berlatar belakang peneliti di bidang bioteknologi, dia menyadari profesinya itu juga dituntut untuk berbicara di depan umum.

"Bahwa hasil penelitian saya tetap harus disampaikan ke masyarakat. Karena tidak berguna sebuah hasil penelitian kalau dia berhenti di depan pintu saja. Jadi, harus disampaikan ke masyarakat untuk memberikan kemanfaatan yang besar untuk umat manusia," ujar Irvan dalam diskusi, Sabtu, 27 November 2021.

Irvan mengatakan orang-orang yang sejatinya memilih profesi yang tak dituntut berbicara di depan umum, juga akan merasakan perubahan pentingnya komunikasi secara verbal. Karena berkomunikasi tidak cukup lewat tulisan.

Baca: Media Academy Beri Angin Segar Bagi Pendidikan Vokasi

"Apalagi untuk berbicara berbicara ke depan orang banyak dan menyampaikan gagasan gagasan serta memulai sesuatu yang besar itu harus disampaikan secara verbal," ujar Irvan.

Public speaking coach, Rory Asyari, membeberkan sejumlah materi untuk makin mematangkan kemampuan public speaking. Menurut dia, semua orang mesti terlebih dahulu mengatasi ketidakpercayaan diri hingga grogi ketika berbicara di hadapan publik.

Cara mengatasinya dengan lebih matang menyiapkan berbagai kemungkinan ketika tampil. Seorang public speaking harus mampu melakukan riset terhadap hal yang akan dipresentasikan dan meyakinkan untuk bisa dipercaya.

"Public speaking adalah sebuah pertunjukan yang setiap aspek harus benar-benar dipersiapkan sedemikian rupa, agar rapi, biar simple, dan powerfull. Mulai opening, menyapa, pancingan dari speech kita, dengan 'gong' kita, sampai final word harus kita pikirkan," ujar Rory.
 
 


Seorang public speaking harus mampu menguasai 'medan'. Mulai dari mengobservasi ruangan, hal teknis, hingga mengetahui sosok penting dari tamu yang hadir.

Supaya lebih luwes, kata Rory, seorang public speaking sedikit senam wajah atau dikenal dengan istilah lion face. Yakni, menggerakkan wajah dan membuka mulut secara lebar-lebar.

"Lion face. Rahasianya orang broadcast," ucap Rory.

Menurut Rory, seorang public speaking harus mampu mengambil minat penonton pada 30 detik pertama. Artinya, waktu tersebut tidak habis dengan menyapa tamu.

"Orang Indonesia memulai speech pasti akan panjang banget. Saya sudah MC di ratusan acara, kalau acaranya sangat formal atau acara di situ ada tamu penting kita akan absen satu per satu. Akhirnya kita kehilangan 30 detik krusial dalam public speaking," ujar Rory.

Ketertarikan penonton bisa dibangun dengan memberikan pancingan pertanyaan yang familiar. Bisa pula menunjukkan sebuah fakta menarik yang mampu meningkatkan rasa penasaran penonton.

"30 detik pertama kesempatan untuk memenangkan atau ketertarikan perhatian dari audience atau enggak, atau apakah audience akan asyik dengan handphone, atau ngantuk. Itu momen di 30 detik pertama," kata Rory.

Rory menekankan akhir dari sebuah public speaking adalah dampak. Sejauh mana seseorang itu mampu memberikan dampak kepada penonton.

"Kalau misalnya ketika kita berbicara enggak ada efek apa-apa, bosan, enggak ngerti, atau orang enggak tercerahkan, enggak manggut-manggut, berarti kita harus bertanya untuk diri kita sendiri. Apakah kita bisa berhasil membuat efek atau impact?," ujar Rory.
 
 

Lecture & Deputy Head of Global Strategic Communications Swiss German University, Ezmieralda Melissa, menekankan public speaking harus dibedakan dengan percakapan pada umumnya. Public speaking sejatinya didukung dengan penggunaan data, bahasa formal, dan pembawaan yang berbeda

"Kita pastikan bahwa informasi yang kita berikan itu diterima dan sesuai apa yang kita ingin sampaikan," ujar Ezmieralda.

Ezmieralda mengatakan public speaking penting dikuasai karena merupakan lima keahlian teratas yang disukai perusahaan. Komunikasi yang efektif sangat diperlukan dalam situasi dan kondisi apa pun.

"Kemampuan yang baik dalam public speaking meningkatkan kesempatan kita untuk memperoleh pekerjaan maupun mendapatkan promosi di tempat kerja.

(NUR)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id