Butuh Revolusi Kelola Timbulan 67,8 Ton Sampah Per Tahun

    Media Indonesia - 21 Februari 2020 23:26 WIB
    Butuh Revolusi Kelola Timbulan 67,8 Ton Sampah Per Tahun
    Menteri LHK Siti Nurbaya (kiri) saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Foto: Kementerian LHK
    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengakui tantangan persoalan sampah di Indonesia masih sangat besar. Indonesia memproduksi timbulan sampah sekitar 67,8 juta ton saban tahunnya. Jumlah itu akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

    "Kita harus bergerak dan bekerja bersama mengelola sampah yang lebih baik," kata Siti saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Jumat, 21 Februari 2020. 

    Saat ini Kementerian LHK (KLHK) mencoba mengatur cukai plastik untuk mengurangi sampah plastik. Menurut Siti, peta jalan (road map) untuk kemasan produk berplastik merupakan langkah mengurangi sampah plastik sekali pakai. 

    "Undang-undang memberi ruang untuk langkah tersebut  melalui extended producer responsibility (tanggung jawab produsen dalam mengelola sampah)," kata dia.

    Berdasarkan data KLHK, saat ini sudah ada 21 provinsi dan 353 kabupaten/kota yang telah menetapkan dokumen kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah. Hal ini sesuai amanat Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017 dengan target pengelolaan sampah 100 persen pada 2025.

    Selain itu, sebanyak 32 pemerintah daerah telah menerbitkan kebijakan pembatasan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Langkah ini, kata Siti, secara signifikan mendorong perubahan perilaku masyarakat serta produsen. Gaya hidup minim sampah dan pilah sampah juga telah menjadi tren baru di masyarakat.

    Baca: Anies Minta Warga Kelola Sampah Mandiri

    "KLHK juga telah melakukan langkah koreksi dengan merevitalisasi program Adipura. Hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan kapasitas pemda dalam pengelolaan sampah," katanya.
    Butuh Revolusi Kelola Timbulan 67,8 Ton Sampah Per Tahun
    KLHK pun menggunakan instrumen lainnya seperti Dana Insentif Daerah (DID), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan penerapan teknologi seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), dan Refuse Derived Fuel (RDF) teknologi.

    Dari aspek peningkatan kapasitas pengelolaan sampah, menurut Siti, sudah banyak pemda yang melaksanakan upaya tersebut. Indikasinya, kata dia, adalah tumbuhnya komitmen kepala daerah dalam meningkatkan alokasi anggaran, penguatan kelembagaan, dan peningkatan  pelayanan pengelolaan sampah.

    "Perilaku minim sampah sudah mulai menjadi budaya baru masyarakat Indonesia. Sirkular ekonomi dan aplikasi teknologi ramah lingkungan juga mulai diminati," kata dia.

    Pelaksanaan peringatan HPSN 2020 dilakukan di lima destinasi wisata prioritas, yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, kawasan Borobudur, kawasan Mandalika, dan kawasan Likupang. Selain itu dilakukan berbagai kegiatan bersama di sejumlah daerah dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, LSM dan komunitas, organisasi keagamaan, pelajar dan mahasiswa, organisasi perempuan, PKK, serta masyarakat.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id