Pemerintah Bergeming Keberatan Tiongkok Soal Larangan Terbang

    Nur Azizah - 04 Februari 2020 22:25 WIB
    Pemerintah Bergeming Keberatan Tiongkok Soal Larangan Terbang
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
    Bogor: Pemerintah tetap memberlakukan larangan penerbangan dari dan ke Tiongkok yang berlaku mulai besok. Meskipun, Duta Besar Tiongkok menilai larangan ini terlalu berlebihan. 

    "Kan yang kita lakukan ini sama yang diberlakukan oleh negara-negara lain. Kita sebetulnya sangat hati-hati untuk melakukan itu," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat penanganan korona di Istana Bogor, Selasa, 4 Februari 2020.

    Dari rapat dengan Presiden diketahui total jumlah penumpang dari Tiongkok tak kurang 2,1 juta penumpang setiap tahunnya. Angkanya tak jauh berbeda penumpang dari Indonesia ke Tiongkok. 

    Adapun pencabutan larangan terbang dari dan ke Tiongkok belum diputuskan. Kemenhub menyerahkan sepenuhnya pengalihan penerbangan yang sudah terjadwal kepada maskapai. 

    Saat ini tercatat ada 3.000 WNI yang berada di Tiongkok. Pascalarangan terbang ini, pemerintah membahas lebih lanjut nasib kepulangan mereka kembali di Tanah Air. Solusinya apakah bisa melalui singgah di negara lain. 

    "Itu solusi, tapi ada syarat-syaratnya tentu di negara itu. Termasuk itu yang harus kita bahas," jelasnya. 

    Selain itu, pemerintah pun berencana melarang penerbangan kargo dari dan ke Tiongkok. Namun, usulan itu masih dibahas untuk kemungkinan bisa diterapkan. 

    "Jadi yang sedang kita akan finalisasikan itu barang tetap bisa jalan tapi awak pesawatnya itu tidak turun. Atau awak kapalnya tidak turun dan kita periksa," pungkasnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id